alexametrics

Kepala Puskesmas Dituntut Kreatif

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, KENDAL — Komisi D DPRD Kendal meminta kepada seluruh kepala puskesmas di Kendal untuk kreatif dan memaksimalkan pelayanan. Sebab dengan pemberlakuan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), puskesmas dituntut mandiri.

Anggota Komisi D DPRD Kendal Sulistyo Ari Bowo mengatakan,  setelahpemberlakuan BLUD ke semua puskesmas, maka praktis puskesmas ke depan tidak akan mendapatkan anggaran operasional dari pemerintah daerah. Sehingga harus memenuhi kebutuhannya sendiri dengan cara meningkatkan kinerja dan pelayanan kepada pasien dan masyarakat.

“Jadi kepala Puskesmas, dia bukan hanya sebagai kepala saja tapi manajer puskesmas. Tidak hanya berpikir menangani pasien saja, tapi juga harus bisa menjadi seorang pemasaran dan pelayan kesehatan yang baik bagi masyarakat,” katanya, kemarin.

Baca juga:  Begini Alasan Bupati Asip Minta Petugas Puskesmas dan RS Harus Ramah pada Pasien

Dengan pemberlakuan BLUD kepada 30 puskesmas Kendal, nantinya akan terlihat mana yang memberikan pelayanan  dan memuaskan. Maupun mana puskesmas yang masih berkutat dengan pelayanan konvensional. Hal itu akan terlihat dari banyaknya jumlah kunjungan pasien.

Sementara itu, Dinas Kesehatan Kendal akan mengusulkan tarif kunjungan pasien di puskesmas dinaikkan dari Rp 2 ribu menjadi Rp 10 ribu. Kepala Dinas Kesehatan Kendal, Ferinando Bonay mengatakan, usulan kenaikan tarif kunjungan pasien di puskesmas ini bertujuan untuk mengatasi kesulitan keuangan yang dialami oleh puskesmas akibat diberlakukannya status puskesmas menjadi BLUD.

Pasalnya, pendapatan puskesmas tidak sebanding dengan pengeluaran yang jumlahnya lebih besar. Dengan berubahnya status puskesmas menjadi BLUD, maka puskesmas harus membiayai seluruh kegiatan sendiri, termasuk biaya untuk membayar seluruh tenaga kesehatan dan tenaga penunjang kegiatan.

Baca juga:  Satu Korban Helikopter Jatuh Meninggal di Perjalanan Menuju Rumah Sakit

Feri menjelaskan, biaya tarif kunjungan pasien di puskesmas ini tidak akan membebani pasien, karena tarif kunjungan pasien di puskesmas ditanggung oleh Pemkab melalui APBD. Oleh karena itu pasien di puskesmas selama ini tidak dikenai biaya tarif kunjungan berobat di puskesmas. “Pemkab Kendal mulai membebaskan pasien dari tarif kunjungan berobat, sejak tahun 2006 hingga sekarang yang besarnya Rp 2 ribu tiap kunjungan, namun ditanggung Pemkab,” tambahnya. (bud)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya