alexametrics

Waspada! Pengguna Narkoba di Jateng Masuk Lima besar

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, KENDAL – Tingkat prevalensi atau persentase angka pecandu narkoba di Jawa Tengah (Jateng) mencapai 1,16 persen dari jumlah penduduk. Tercatat ada di Jateng ini ada 384 orang menjadi pecandu narkoba.

Demikian dikatakan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa tengah, Brigjen Pol Benny Gunawan saat meresmikan Klinik Rehabilitasi Pratama Bina Waras BNN Kendal. Menurutnya, angka tersebut jauh di bawah dari angka prevalensi tingkat nasional yakni 1,77 persen.

“Bahkan Jateng ini secara angka prevalensi masuk urutan nomor 32 dari 34 provinsi di tingkat nasional dengan persentase pengguna narkoba terkecil. Tapi kecil secara prevalensi, namun tingkat pengguna atau pecandu narkoba, jateng masuk lima besar. “Jateng menempati peringkat ke Lima tingkat Nasional,” ujarnya, kemarin (12/11).
Ironisnya, dari 384 pecandu narkoba, didominasi oleh generasi muda. Bahkan di Kendal justru paling banyak penyalahguna kategori pecandu adalah pelajar baik siswa maupun mahasiswa. Hal ini menurutnya harus diwaspadai bersama, karena generasi muda adalah generasi penerus bangsa.

Baca juga:  Pembangunan Perumahan Komunitas di Kendal Capai 60 Persen

Makanya, ia berharap dengan adanya klinik rehabilitasi ini dapat membantu masyarakat Kendal dan sekitarnya mendapatkan perawatan medis agar bisa sembuh dari sifat ketergantungan atau kecanduan dari bahaya narkotika. “Fungsi utama dari klinik ii memang untuk menghilangkan sifat kecanduan dari narkotika dan dapat melaksanakan fungsi kemasyarakatannya,” tuturnya.

Diakuinya, di Jateng sendiri belum banyak BNN Kota dan Kabupaten yang memiliki klinik rehabilitasi sendiri. “Makanya, saya harap masyarakat bisa memanfaatkan ini untuk mengobati anggota keluarganya yang kecanduan narkotika,” jelasnya.
Kabid Rehabilitasi BNN Provinsi Jateng, Teguh Budi Santoso mengatakan bahwa proses rehabilitasi di klinik milik BNN tidak dipungut biaya. Bahkan warga yang melaporkan keluarganya ke BNN dan mau untuk dilakukan rehabilitasi maka tidak ada tuntutan pidana bagi para pecandu.

Baca juga:  Warga Ancam Tutup Jalan Tol

“Pecandu dan korban penyalahgunaan narkotika yang mau direhabilitasi tidak akan mendapat tuntutan pidana. Tuntutan pidana hanya bagi pengedar dan produsen narkoba, maka bisa dijerat pidana dengan hukuman seberat-beratnya agar memberikan efek jera,” katanya.
Wakil Bupati Kendal, Masrur Masykur berharap BNN dapat menyebarluaskan keberadaan klinik rehabilitasi yang dimiliki oleh BNN. Selain itu informasi terkait tidak mendapatkan tuntutan pidana bagi pecandu yang melaporkan diri ke BNN dan mau menjalani proses rehabilitasi perlu disebarluaskan juga.

“Dengan informasi ini maka akan banyak masyarakat Kendal, terutama generasi muda yang terselamatkan. Sehingga tidak ada lagi warga Kendal yang kecanduan narkotika. Maka secara otomatis membantu pemerintah untuk mempersempit ruang gerak bagi para pengedar narkotika di Kendal,” tambahnya. (bud/bas)

Baca juga:  Optimalkan CSR, Baperlitang Kendal Luncurkan Aplikasi Si Cesar

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya