alexametrics

Dua Bulan Dibangun, Jalan Poncorejo Retak

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, KENDAL – Sejumlah warga Desa Poncorejo, Kecamatan Gemuh mengeluhkan jalan beton desa yang kondisinya retak dan pecah. Padahal, jalan tersebut baru selesai dibangun dua bulan.

Ruas jalan yang rusak tepatnya berada di Dusun Kaumsari RT 03 RW 01 Desa Poncorejo. Sudono warga setempat menyesalkan bangunan yang sudah retak tersebut. “Padahal baru Agustus lalu selesai dibangun,” keluhnya, kemarin (6/11).

Ia menduga, pembangunan jalan ready mix atau betonisasi diduga tidak sesuai spesifikasi pekerjaan. Sehingga usia beton tidak lama dan timbul keretakan panjang. Warga meminta agar jalan dibongkar dan dibangun ulang, sehingga tidak ada cor beton yang retak.
Jalan retak atau pecah di tengah ruas jalan sepanjang 50 meter. Sehingga tidak mungkin diperbaiki dengan cara ditambal. “Bisanya dengan cara dibongkarf dan dilakukan pengecoran ulang,” katanya.

Baca juga:  Pantai Ngebum Diserbu, Pengunjung Abaikan Protokol Kesehatan

Hal senada dikatakan Zaenal, warga lainnya. Ia mengatakan tidak hanya retak, badan jalan di sisi kiri dan kanan jalan yang sudah di cor terlihat menggantung. Yakni ada ada jarak dari tanah dengan cor beton sekitar 2-5 sentimeter.

“Pada saat pembangunan, tidak ada cor lapisan. Jadi jalan berupa tanah lansung dicor. Akibatnya tanah kini amblas dan membentuk rongga yang mengakibatkan cor seperti nampak menggantung,” tutur Zaenal.

Kondisi serupa juga terjadi di Dusun Kaumsari, Desa Poncorejo. Didusun tersebut banyak ditemukan badan jalan berupa cor beton yang retak. “Bahkan ada satu titik yang amblas, sehingga membentuk patahan jalan. “Hampir semua ruas jalan yang dibangun dengan menggunakan dana desa mengalami kerusakan padahal usia belum ada dua tahun,” katanya.
Warga sebenarnya sudah mengatahui namun dibiarkan karena hampir semua rusa tida retak dan amblas. Namun lama kelamaan warga geram dengan kejadian tersebut, apalagi beredar isu jika semua pekerjaan dana desa dikerjakan oleh Kepala Desa, Bedahara desa salah satu perangkat desa.

Baca juga:  Komponen Dalam Negeri Ditingkatkan

“Ini yang membuat warga bertanya kenapa pembangunan terutama pengecoran jalan berujung kepada retaknya jalan yang baru saja dibangun. Warga ingin mempertanyakan kepada desa terkait ketidakberesan pekerjaan tersebut, namun masih belum mengetahui melalui jalur apa,” lajutnya.

Sementara itu Sekeretaris Desa Poncorejo Kecamatan Gemuh, Muhammad Saiful Ulum mengatakan jika semua pekerjaan sudah memenuhi Standar Operational Prosedur (SOP). Namun demikian dirinya mengaku tidak mengetahui jika jalan yang baru saja selesai di lakukan pengecoran sudah retak. “Saya baru tau kalau jalan yang agustus kemarin baru selesai dibangun sudah rusak,” ujar Ulum. (bud/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya