alexametrics

Cintai Alam melalui Puisi

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, KENDAL – Cara unik dilakukan SMA Negeri 1 Kendal  (SMANIK) untuk mengajak siswanya cinta lingkungan dan alam. Yakni dengan mewajibkan seluruh puisi siswa dan guru untuk membuat puisi tentang alam.

Puisi-puisi tersebut kemudian dikumpulkan dan jadi satu buku yang berjudul Sekar Pualam. Yakni singkatan dari Seribu Karya Puisi Bertema Alam. Buku tersebut dilaunching oleh Kepala SMANIK, Yuniasih. Yakni ditandai dengan membaca puisi oleh siswa dan guru di halaman sekolah.

Selain buku Antologi Puisi Sekar Pualam, beberapa buku yang diluncurkan antara lain buku karya kemudian dua buku karya guru; serta novel berjudul Sometimes karya siswa kelas XII. Buku-buku tersebut akan menambah koleksi perpustakaan sekolah dan sebagian akan diberikan ke Perpustakaan Daerah sebagai tambahan literasi.

Baca juga:  Mustamsikin Pastikan Diri Maju Jadi Bacabup PPP

Yuniasih mengatakan, buku Antologi Puisi Sekar Pualam berisi 1.152 puisi yang ditulis oleh 1.090 siswa, guru, dan karyawan sekolah. Ia sengaja mengangkat alam, untuk menyadarkan pemuda, khususnya siswa agar lebih mencintai alam dan peduli dengan lingkungan.

“Kalau pembuatan puisi cepat, lebih kurang seminggu. Sedangkan untuk membukukan sampai jadi buku butuh waktu sebulan. Karena harus kami daftar seluruh siswa sesuai kelasnya,” tandasnya.

Selain cinta alam, gerakan tersebut juga menjadi siswa agar membudayakan literasi. Yakni senang membaca sehingga bertambah wawasan dan kosa kata yang mereka dapat. “Semua buku ini akan menambah literasi siswa dan guru untuk menjadi bahan bacaan di perpustakaan sekolah,” katanya usai upacara Hari Sumpah Pemuda di sekolahnya.

Baca juga:  Miliki Darah Sastra, Naura Fitria Kerap Juara Lomba

Sementara itu, penulis novel Sometimes, Sheify Fathimah mengaku butuh enam bulan untuk menulis kumpulan cerpennya. “Karya ini membuktikan bahwa pemuda bisa berkarya jika tekun dan rajin,” katanya.

Karyanya tersebut sebetulnya berisi tentang kumpulan cerpen yang ia buat kemudian ia bukukan. “Seluruhnya berisi tentang romansa cinta. Harapan saya karya ini bisa memacu anak-anak di SMANIK untuk tidak malu membuat karya sastra,” tambahnya. (bud/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya