Ribuan Siswa Bentuk Konfigurasi Merah Putih

619
REKOR: Ketua Umum Leprid, Paulus Pangka menyerahkan penghargaan kepada SMANIK dan Kepala Sekolah SMANIK Yuniasih, SPd, MPd. (BUDI SETIYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
FOTO BERSAMA: Ketua Umum Leprid, Paulus Pangka dan Kepala Sekolah SMANIK Yuniasih, SPd, MPd berfoto bersama usai menerima penghargaan dengan latar ribuan lampu LED yang membentuk bendera Merah Putih. (BUDI SETIYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.ID, KENDAL—Ribuan siswa SMA Negeri 1 Kendal (SMANIK) memecahkan rekor Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (Leprid). Sebanyak 1.152 siswa dan guru secara membentuk konfigurasi bendera merah putih dengan menggunakan dioda pancaran cahaya atau lampu LED telepon selular.

Aksi tersebut dilakukan bersamaan dengan menyanyikan 19 lagu nasional secara bersama-sama secara beruntun tanpa henti. Dilakukan tepat pada tanggal 19 Oktober 2019, pukul 19:00 WIB dalam kurun waktu 30 menit.

LUAR BIASA: Salah seorang siswi SMANIK memandu ribuan siswa untuk menyanyikan 19 lagu nasional dengan membentuk lampu LED yang membentuk bendera Merah Putih. (BUDI SETIYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
LUAR BIASA: Salah seorang siswi SMANIK memandu ribuan siswa untuk menyanyikan 19 lagu nasional dengan membentuk lampu LED yang membentuk bendera Merah Putih. (BUDI SETIYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Konfigurasi bendera merah putih tari nyala lampu LED dilakukan dengan bermacam gerakan, sehingga tampak indah dan menarik. Aksi ini dilakukan memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) SMANIK ke-58.

Kepala SMANIK, Yuniasih, SPd, MPd mengatakan jika aksi tersebut dilakukan untuk menumbuhkan dan menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan cinta tanah air kepada siswa. Selain itu pendidikan moral kepada generasi muda untuk lebih mencintai bangsa dan NKRI.

“Rasa cinta tanah air tidak bisa tumbuh  begitu saja dalam diri generasi siswa. Lewat lagu-lagu nasional yang sifatnya perjuangan, cinta tanah air dan gambaran bumi nusantara ini kami berharap anak-anak akan lebih paham terhadap negeri ini. Sehingga tumbuh rasa nasionalisme dalam diri mereka,” katanya.

Konfirugasi bendera merah putih tesebut dilaksanakan di Lapangan Pancasila, sekolah setempat. Sebanyak 1.152 siswa berbaris rapi di halaman sekolah sambil membawa telepon selularnya. “Jadi siswa memanfaatkan gawai bukan hanya untuk bermain game, tapi siswa ini bersama-sama memanfaatkan telepon selularnya untuk sesuatu yang bergun,” ujarnya.

Yuniasih mengatakan, menanamkan karakter kepada anak-anak memang butuh proses yang tidak instan. “Selain keterlibatan langsung siswa, guru sebagai tauladan siswa juga harus ikut serta. Sehingga betul-betul tertanam pendidikan moral melalui kegiatan sehari-hari,” tandasnya.

Ketua Umum Leprid, Paulus Pangka mengatakan, aksi konfigurasi bendera merah putih dengan telepon selular ini sebagai bentuk gerakan moral kebangsaan. “Prestasi ini mengajak warga negara untuk mencintai NKRI dan memanfaatkan teknologi secara bijak,” katanya.

Konfigurasi bendera merah putin dengan cahaya dari lampu telepon selular ini menurutnya sangat unik. Lebih dari ribuan rekor yang dia berikan, SMANIK adalah yang pertema memiliki ide kreatif menanamkan rasa cinta tanah air secara atraktif. “Hal ini pasti akan dikenang oleh siswa sampai tua nanti,” tambahnya. (bud/zal)