alexametrics

Pengerjaan Talut Darupono Dikebut

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, KENDAL – Untuk mencegah terjadinya longsor, bangunan talut di lereng Jalan Raya Kaliwungu-Boja, ruas desa Darupono diperkuat. Talut dibangun berbentuk huruf ‘U’. Tujuannya agar lebih kuat menahan longsoran dari atas saat.
Pekerjaan pembangunan talut ini adalah yang kali kedua dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kendal. Pada 2017 lalu, talut dibangun longsor bahkan sempat mengakibatkan Jalur alternatif Kendal menuju Kota Semarang dan Kabupaten Semarang itu putus.

“Kalau talut lama itu dibangun garis lurus. Nah saat ini kami perkuat dengan talut berbentu huruf ‘U’. Asumsinya akan lebih kuat, karena mampu menahan longsoran ketimbang talut yang lurus,” kata Kepala DPUPR Kendal, Sugiyono, kemarin (18/9).

Baca juga:  Satu RT Di-lockdown, Setiap Hari Disuplai 600 Porsi Makan

Diakuinya, jika wilayah Kaliwungu Selatan termasuk Desa Darupono merupakan yang merupakan jalur perlitnasan Jalan Raya Kaliwungu-Boja merupakan daerah rawan longsor. Hal itu lantaran kondisi tanah labil. Sehingga saat musim penghujan, kerap terjadi tanah longsor dengan tingkat longsor bervariasi.

“Talut yang di bawah atau dekat dengan kantor kecamatan yang tidak digunakan, kondisinya sudah stabil. Dari hasil uji tanah di jalan tersebut sudah tidak terjadi pergerakan. Tapi, talut yang atas dekat dengan TPA Darupono masih labil. “Sehingga perlu diperkuat dengan talut berbentuk ‘U’ agar longsoran besar tidak menggoyahkan badan jalan,” jelasnya.
Dia mengatakan, penguatan talut di Darupono dengan sistem melengkung berbentuk huruf U dibangun menggunakan tiang pancang dengan kedalaman 12 meter-13 meter. “Panjang talut tersebut 40,8 meter dengan ketebalan sekitar 80 sentimeter,’’ tambahnya.

Baca juga:  Warga Dukuh Mlaten Waswas Longsoran Melebar

Sugiono menerangkan, kontraktor pekerjaan yakni PT Surya Putra Utama dengan nilai kontrak Rp 1,256 miliar. Sesuai Surat Perintah Kerja (SPK), pekerjaan mulai dilaksanakan 9 Agustus 2019 dan berakhir 7 November 2019. “Saat ini pekerjaan sudah 95 persen, sehingga saat berakhir kontrak sudah selesai,” akunya.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPKom) pembangunan Talut Darupono, Sabidin menambahkan sejauh ini tidak ada kendala pembangunan. Rencananya tiang pancang dibangun dengan sistem cor. Yakni tanah dibor kemudian sedalam 13 meter kemudian di isi rangka besi dan cor beton.

“Dengan begitu akan lebih kuat, ketimbang tiang pancang dengan paku bumi justru akan membuat tanah semakin labil karena hentakan saat ditanam. Harapannya dengan diperkuat tidak ada lagi longsor yang menyebabkan jalan putus saat musim penghujan nanti,” katanya. (bud/bas)

Baca juga:  Napi yang Kabur dari Lapas Terbuka Kendal Tewas Ditembak Polisi di Lampung

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya