alexametrics

Belajar Politik dari Dapur ala Bupati Mirna

Artikel Lain

 

RADARSEMARANG.ID, KENDAL—Jangan pernah menyepelekan ilmu memasak. Mungkin memasak bukanlah apa-apa. Tapi dari memasak bisa menjadi awal segalanya. Bahkan dalam urusan politik. Kok bisa?

Ya, diakui atau tidak, tapi itulah faktanya. Pengalaman dari memasak hingga jadi politisi dirasakan Bupati Kendal Mirna Annisa. Pengakuan itu disampaikannya saat menerima kunjungan jajaran manajemen Jawa Pos Radar Semarang di ruang kerjanya, Selasa (8/10).

Rombongan Jawa Pos Radar Semarang terdiri atas Direktur Baehaqi, General Manager Iskandar, Pemimpin Redaksi Arif Riyanto dan Redaktur Pelaksana Ida Noorlayla. Selain itu, Manager Iklan Sugiyanto Wiyono, Manager Keuangan Indah Fajarwati dan wartawan di Kabupaten Kendal Budi Setyawan. Sedangkan Bupati Mirna didampingi Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kendal Wahyu Yusuf Akhmadi dan Kepala Seksi Media Massa Diskominfo Kendal Edi Susilo.

Mirna mengaku sangat senang menerima kunjungan Jawa Pos Radar Semarang. Terlebih selama ini kerja sama dengan media cetak ternama di Jateng ini sudah terjalin dengan baik.  Terutama dari segi pemberitaan, Jawa Pos Radar Semarang tidak hanya memberikan kritik semata, tapi juga memberikan apresiasi atas keberhasilan yang telah dicapai Pemkab Kendal. Karena itu, ia berharap kerja sama tersebut bisa terus berlanjut.

Baca juga:  22 Perusahaan Malaysia Kunjungi KIK

Dalam kesempatan itu, Mirna berbagi pengalaman selama 4 tahun memimpin Kendal. Ia mengaku, jika semua yang ia lakukan itu bermula dari dapur dan almarhumah ibundanya yang mengajarkan seni memasak.

Orang nomor satu di Kendal itu mengaku, jika dulu adalah perempuan yang tidak bisa memasak. Bahkan sempat bingung saat menemukan beragam bumbu dapur. “Dulu saya sering bertanya, kenapa sih perempuan harus memasak? Harus ada bawang putih, bawang merah, cabai, garam dan sebagainya. Sepertinya ribet banget dan bingung mau masak apa?” akunya.

Hal itu lantaran, ia yang sudah hidup lama di Australia mengaku jika masakan ala negeri Kanguru itu tidak rumit dan bahkan simpel karena bumbu disajikan secara praktis. “Tapi dari dapur itu, saya belajar bagaimana mengombinasikan bermacam-macam bumbu dengan berbagai rasa yang berbeda-beda. Kemudian disatukan dengan panasnya api untuk jadi satu rasa yang memiliki cita rasa yang lezat,” jelasnya.

Baca juga:  Retribusi Parkir Ditarget Rp 750 Juta

Dari pengalamannya memasak itu, ia terapkan saat menjadi Bupati Kendal. Ia menyadari memiliki potensi organisasi perangkat daerah (OPD) yang berbeda. Juga potensi Kendal yang berbeda dan masyarakat yang beragam. “Tugas saya adalah bagaimana bisa menyatukannya secara tepat, sehingga bisa sejalan dalam membangun Kendal,” tandasnya.

Berbagai OPD dan karakter ASN serta beragam kemauan masyarakat, ia rumuskan. Ia pilah mana yang pokok dan menjadi kebutuhan, dan mana yang tidak mendesak.  “Bumbu-bumbu itu hanya butuh wadah dan api untuk bisa menyatu. Begitu pula saya harus bisa menjadi wadah dan api untuk menyatukan mereka,”  tandasnya.

Ia mulai merumuskan  hal yang dibutuhkan masyarakat Kendal. Terutama pembangunan jalan. karena awal ia masuk, kondisi jalan di Kendal sangat buruk, bahkan dipenuhi banyak lubang. “Kini kondisi jalan di Kendal sudah membaik, bahkan 2020 target semua jalan di Kendal mulus,” katanya.

Direktur Jawa Pos Radar Semarang Baehaqi mengaku senang mendapat sambutan hangat Bupati Kendal. Bahkan, obrolan gayeng itu berlangsung hampir 1,5 jam, mulai pukul 10.00 hingga azan dzuhur sekitar pukul 11.30.

Baca juga:  Mirna Berharap Tingkat Kesehatan Warga Meningkat

Baehaqi kagum dengan sosok Mirna yang sekalipun sibuk menjabat bupati, namun tetap bisa menempatkan kodratnya sebagai seorang perempuan. Yakni, sebagai istri yang harus melayani suami, dan ibu yang bisa mendidik dan menyayangi anak-anaknya. Mirna juga selalu meluangkan waktu untuk memasak di dapur.

“Tidak banyak perempuan yang berkarir masih bisa tetap mengurus keluarga. Apalagi ini jabatan bupati yang jelas sangat menyita waktu, pikiran dan tenaga,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Baehaqi berharap bisa merasakan langsung masakan Bupati Kendal. “Jika diperkenankan kami diberikan kesempatan untuk bisa melihat dan memasak bareng Bupati Kendal. Kami siap menggelar Memasak Jurnalistik Bareng Bupati Kendal,” katanya sambil tersenyum.

Mendengar keinginan Baehaqi, Mirna langsung menyambutnya dengan antusias. Ia mengaku siap memasak bareng dengan tim Jawa Pos Radar Semarang. “Buat Pak Baehaqi, nanti saya siapkan masakan daun singkong, sambal, dan ikan tongkol. Menunya yang tradisional saja. Justru nikmat.  Segera akan kami jadwalkan,” ujarnya. (bud/aro)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya