Langganan Banjir, Sungai Kendal Dinormalisasi

345
LANGANAN BANJIR: Petuga melakukan normalisasi Sungai Kendal sebagai antisipasi masuknya musim penghujan.(ISTIMEWA)
LANGANAN BANJIR: Petuga melakukan normalisasi Sungai Kendal sebagai antisipasi masuknya musim penghujan.(ISTIMEWA)

RADARSEMARANG.ID, KENDAL – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) melakukan normalisasi terhadap Sungai Kendal. Hal itu untuk mengantisipasi banjir pada saat datang musim hujan.

Sebab, air di Kali Kendal kerap meluap dan menggenangi rumah warga yang ada di sekitarnya pada musim penghujan. Pengerukan dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Penataan Ruang (Pusdataru) Jateng.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kendal, Sugiono mengatakan, pemeliharaan Kali Kendal merupakan wewenang dari Dinas Pusdataru Jateng, sehingga normalisasi kali dilakukan oleh pemerintah provinsi.”Tiap dilakukan normalisasi, kami intens  berkoordinasi dengan Pusdataru,” katanya, Jumat (4/10).

Pengerukan endapan lumpur Kali Kendal dimulai dari depan Masjid Agung Kendal ke arah utara hingga kurang lebih 1,5 kilometer. Normalisasi Kali Kendal sangat mendesak. Sebab, ketika terjadi rob, air dari laut masuk ke Kali Kendal dan mencapai hingga depan Masjid Agung Kendal.

Elevasi Kecamatan Kendal lebih rendah dibanding permukaan lautnya, sehingga air laut masuk ke Kali Kendal.”Berdasar pengamatan dalam dua tahun terakhir, terjadi penurunan permukaan tanah di Kendal rata-rata 2- 5 sentimeter/tahun,” ungkapnya.

Kabid Sumber Daya Air (SDA) DPUPR Kendal, Suparjono menambahkan, selain normalisasi sungai, juga dilakukan penertiban terhadap bangunan yang berada di sepanjang bantaran sungai. Dia berharap warga yang memiliki bangunan di dekat Kali Kendal yang dinormalisasi, supaya membongkar kiosnya dengan sukarela.

“Harapanya ada kesadaran pemilik bangunan untuk membongkar bangunan mereka yang berada di bantaran sungai. Bila membandel tentu akan dibongkar paksa oleh petugas,” imbunya.

Salah satu warga, Fandholi mengatakan, setiap musim hujan, tempat tinggalnya yang berada di sebelah barat Kali Kendal kerap kebanjiran. Ketinggian air yang masuk ke dalam rumahnya mencapai setinggi lutut orang dewasa. Rumah saya lebih rendah di banding jalan. Ia bersyukur pemerintah menormalisasi sungai tersebut.”Ketika Kali Kendal meluap, air di jalan hanya sekitar 10 sentimeter, tapi di dalam rumah saya mencapai lutut orang dewasa,” katanya. (bud/bas)