alexametrics

Perempuan Boleh Jadi Pemimpin

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, KENDAL—Jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kendal, warga diminta untuk tetap menjaga kondusivitas daerah. Selain itu jangan terprovokasi akan isu gender yang membeda-bedakan antara pemimpin perempuan dan lelaki.

Seperti tokoh ulama Kendal, KH Achmad Rosyidi Musthofa. Menurutnya, sudah tidak zamannya mengunggulkan salah satunya. Sebab baik perempuan atau laki-laki sama baiknya. Terlebih di negara yang demokratis seperti Indonesianya, dimana lelaki dan perempuan memiliki hak yang sama.

Termasuk dalam Islam khususnya di organisasi Nahdatul Ulama (NU) yang tidak mempermasalahkan pemimpin perempuan atau lelaki. Dalam Keputusan Musyawararah Nasional (Munas) NU di lombok Tahun 1997, seluruh ulama sepakat perempuan boleh dan bisa menjadi pemimpin.

Baca juga:  Sebelas Bulan, 1.132 Perempuan jadi Korban

“Tidak ada larangan pimpinan perempuan. Karena sudah diputuskan dalam Munas tahun 1997 di Lombok. Sampai sekarang keputusan Munas itu tidak diubah. Bahkan saat itu saya hadir dan ikut serta dalam Munas tersebut, “ujar Rosyidi.

Terpenting adalah menjaga kerukunan umat agar bisa tercipta Kendal yang Beribadat. NU, menurut kyai karismatik tersebut, tidak menggiring kepada salah satu calon namun warga dipersilakan bebas memilih. “Tidak perlu memperdebatkan pimpinan Laki-laki atau perempuan yang penting mampu menjalankan amanah rakyat,” tandasnya.

Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu (Bapilu) DPC PDI Perjuangan Kendal, Munawir mengatakan sejauh ini sudah ada 12 pendaftar dalam penjaringan Calon Bupati dan Wakil Bupati (Cabup Cawabup) Kendal. “Dari 12 itu memang seluruhnya lelaki. Tapi kabar angin berhembus ada calon perempuan yang akan mendaftar. Kami dari PDI Perjuangan tidak mempersalahkan lelaki atau perempuan. Sepanjang bisa memimpin dan bisa mendapatkan rekom dari DPP PDI Perjuangan,” katanya. (bud/ton)

Baca juga:  Ancam Sanksi Kepala Sekolah

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya