alexametrics

Tiga Bulan 70 Kasus Kebakaran

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, KENDAL – Satpol PP dan Pemadam Kebakaran  (Saptolkar) Kendal mengimbau warga untuk lebih berhati-hati dan waspada akan bahaya kebakaran. Pasalnya, musim kemarau seperti sekarang ini mudah api mudah membesar dan merembet.

Kepala Bidang Kebakaran Satpolkar Kendal, Arif Masrukhin mengatakan selama musim kemarau  ini setidaknya terjadi 70 kasus kebakaran. Rinciannya Juli 28 kejadian, Agustus 24 kejadian dan September hingga Selasa (17/9) kemarin sudah terjadi 18 kejadian.

“Sedangkan total kasus kebakaran di Kendal dari Januari-September ini 2019 telah terjadi 130 kasus kebakaran. Tertinggi memang terjadi pada musim kemarau seperti ini, makanya kami imbau warga untuk tidak membakar sampah sembarangan,” katanya.

Kejadian kebakaran paling banyak menimpa rumah ada 43 kejadian dan alang-alang sebanyak 42 kejadian. Penyebab kebakaran sekitar 75 persen akibat hubungan listrik arus pendek, sedangkan yang lainnya akibat kompor gas dan sampah terbakar.

Baca juga:  Api Tungku Sebabkan Kebakaran Rumah

“Kendala saat pemadaman, terutama pada musim kemarau adalah sulitnya mendapatkan sumber air. Terutama di daerah yang tidak pelosok yang tidak terjangkau hydrant. Sehingga kami meminta bantuan PDAM untuk mengirim bantuan air,” katanya.

Sekretaris Satpolkar Kendal, Hasyim Trijoko mengatakan, untuk mengantisipasi kejadian kebakaran, pihaknya telah melakukan sosialisasi dengan memasang spanduk bertuliskan “Waspada Kebakaran” ke seluruh kantor kecamatan di Kendal. Selain itu tempat-tempat strategis yang banyak dilihat orang.

Spanduk tersebut juga disertai nomor telepon posko-posko Damkar yang ada di wilayah Kab Kendal. “Selain spanduk, juga stiker yang dibagikan kepada warga. Harapannya begitu ada kebakaran bisa langsung menghubungi pemadam. Sehingga api bisa segera dipadamkan sebelum merembet kemana-mana,” katanya.

Baca juga:  Ruko Terbakar, Sembilan Orang Terperangkap, Satu Tewas

Dikatakan, musim kemarau ini masyarakat dihimbau agar berhati-hati ketika membakar sampah dan jangan membuang puntung rokok sembarangan. Terutama di lahan hutan. Pasalnya pada musim kemarau, ilalang, sampah atau kayu-kayu kering akan mudah terbakar.

Kasi Kesiapsiagaan Bidang Kebakaran, Ria Listiana Sari  menambahkan, pihak Damkar juga telah melakukan sosialisasi antisipasi kebakaran di beberapa kecamatan. Pada sosialisasi ini diberikan teori dan simulasi kebakaran untuk menghadapi api dini. Tujuannya agar masyarakat segera melakukan pemadaman ketika api masih kecil supaya tidak membesar.

Sosialisasi juga dilakukan saat ada kunjungan dari lembaga atau instansi lain, seperti PAUD, ormas dan kelompok masyarakat lainnya. “Sosialisasi dilakukan di 10 desa dari 10 kecamatan. Untuk kunjungan sudah ada 75 yang datang ke kantor Damkar,” ujarnya. (bud/bas)

Baca juga:  Disperinaker Kendal Datangi Perusahaan yang Belum Beri THR

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya