Pembunuh Mertua Dijerat Tiga Pasal

177

RADARSEMARANG.ID, KENDAL, Radar Semarang – Wahono, 30 terancam dipidana seumur hidup atas dugaan kasus pembunuhan berencana yang dilakukannya kepada mertuanya, Ponijan. Pasalnya, penyidik Polsek Kaliwungu bakal menjeratnya dengan tindakan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana.

Kapolsek Kaliwungu, AKP Akhwan Nadhirin mengatakan jika tersangka Wahono, akan dijerat dengan tiga pasal. Yakni Primer Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, Subisder Pasal 338 tentang pembunuhan dan lebih subsider Pasal 351 ayat 3 tentang penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal. “Ancaman pidananya penjara seumur hidup,” katanya, kemarin (10/9).

Diakuinya, saat ini pihaknya sudah mulai melakuan pemeriksaan guna melengkapi berkas penyidikan dan mengumpulkan bukti-bukti. “Sudah ada tiga saksi yang kami periksa, baik dari pihak keluarga korban, tetangga maupun keluarga pelaku,” tandasnya.
Ditargetkan penyidikan bisa rampung kurang dari 60 hari kerja sesuai SOP penyidikan. Setelah itu berkas akan dikirim ke jaksa penuntut umum (JPU) di Kejari Kendal. “Sebelum 60 hari kerja, berkas penyidikan harus sudah P21 alias lengkap,” tuturnya.

Setelah berkas dinyataka P21 oleh JPU dilanjutkna pelimpahan perkara dari penyidik ke KPU berikut menyerahkan tersangka dan barang buktiya. Kemudian disusun dakwaan untuk disidangkan ke Pengadilan Negeri (PN) Semarang.

Saat pihakya telah mengamkan tersangka ke rumah tahanan (rutan) Polres Kendal. Hal itu untuk mengantisipasi adanya pihak-pihak keluarga korban yang tidak terima atau akan melaksanakan balas dendam kepada pelaku. “Kalau di Polres penjagaannya lebih ketat, jadi kami pastikan aman,” tambahnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Wahono warga Dukuh Mangir, Desa Nolokerto Kecamatan Kaliwungu tega menghabis Ponijan, 57, yang tidak lain adalah mertuanya sendiri.
Korban dibunuh Minggu (8/9) pagi lalu dengan cara dipukul kepalanya menggunakan kayu balok saat korban terlelap tidur. Hal itu dipicu lantaran pelaku kesal karena korban selaku mertuanya meminta dia untuk bercerai dengan Riya Fidayani anak korban.

Rencana pembunuhan dilakukannya Minggu (8/9) pagi sekitar pukul 04.30. ia pergi ke rumah korban secara sembunyi-sembunyi. Ia masuk dengan membawa kayu balok berukuran 60 sentimeter dengan ketebalan lebih kurang 10 sentimeter. Ia langsung masuk ke kamar korbandan menghantamkan kayu balok ke kepala korban secara bertubi-tubi.

“Seingat saya, saya pukul tiga kali. Korban tidak sempat teriak,” kata Wahono.
Riya mengaku tidak ada yang tahu kejadian tersebut pasalnya ayahnya Ponijan tinggal sendiri. Ia mengetahui ayahnya tewas bersimbah darah dibagian kepala saat anaknya akan membangunkan korban di kamarnya.

“Saya meminta anak saya untuk membangunkan ayah saya di dalam rumah. Lalu anak saya teriak-teriak, bilang kalau kakek kepala dan mulutnya berdarah. Kemudian saya lihat kok banyak darah di kasurnya,” tambahnya. (bud/bas)