alexametrics

Sejahterakan Masyarakat Bawah, OJK Perbanyak BWM

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, KENDAL-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus berkomitmen meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penyediaan akses keuangan program Bank Wakaf Mikro (BWM). Bahkan hingga Juli 2019, sudah 52 BWM tersebar di 15 provinsi dengan nilai total pembiayaan Rp 24,9 miliar untuk 19.543 nasabah. Terdiri atas 2.374 kelompok usaha masyarakat sekitar pesantren Indonesi (Kumpi).
Menurut Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso, saat ini Provinsi Jateng ada 11 BWM, Jawa Timur 13 BWM, Jawa Barat 13 BWM, Medan, Sulawesi, maupun Papua sudah ada BWM.
“Kami meyakini bahwa kemiskinan berkaitan erat dengan ketersediaan akses keuangan. Untuk itu, kami menginisiasi pembentukan BWM di daerah sebagai upaya OJK tidak hanya fokus pada nasabah besar, tetapi juga mendorong penyediaan akses keuangan bagi masyarakat kecil,” kata Wimboh Santoso saat meresmikan pendirian Bank Wakaf Mikro Apik di Pesantren Apik Kaliwungu, Kendal, Jumat (6/9) kemarin.
Menurut Wimboh, skema dalam BWM merupakan terobosan baru yang dirancang sesuai kebutuhan dan kemampuan masyarakat kecil. Ibu-ibu yang semula tak memiliki kegiatan ekonomi, OJK mendorong adanya pemberdayaan. Yakni, dengan memberikan pembiayaan yang cukup murah dengan margin hanya 3 persen per tahun dan mudah tanpa agunan. Jumlah pinjaman per orang, ada yang Rp 1 juta, dan ada yang Rp 5 juta.
“OJK juga mendorong pemanfaatan teknologi oleh Bank Wakaf Mikro, seperti untuk memasarkan produk, meningkatkan kapasitas pelayanan, maupun mengembangkan usahanya,” katanya.
Sedangkan BWM Apik sejak April 2019 sudah membina 270 nasabah dengan nilai pembiayaan Rp 270 juta yang kebanyakan merupakan kelompok masyarakat produktif dengan usaha kecil jajanan tradisional, kerajinan anyaman bambu dan bahan makanan pokok.
Pengasuh Ponpes Apik, KH Solahudin Chumaidullah menambahkan bahwa antusiasme masyarakat cukup tinggi. Baru dilaunching, sudah ratusan yang mendaftar untuk memanfaatkan pinjaman BWM. “Kami selalu memberikan pengarahan saat seminggu sekali pengajian, kami menekankan untuk mengembalikann secara rutin. Sesama anggota juga saling mengingatkan agar tak terjadi kredit macet,” jelasnya. (den/ida)
Baca juga:  Jateng Provinsi Terbaik Penggerak Akses Keuangan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya