alexametrics

Serapan Anggaran Pendidikan Minim

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, KENDAL  – Pemkab Kendal meminta agar ada pendampingan khusus terhadap Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud). Hal itu lantaran penyerapan anggaran di Dinas dengan anggaran yang cukup banyak, tapi penyerapannya masih sedikit.

Pasalnya sudah lebih dari pertengahan tahun anggaran 2019, pelaksanaan pencarian Ganti Uang (GU) masih dibawah 50 persen. Bahkan baru mencapai 10 persen saja. “Yakni dari anggaran GU yang ada sebesar Rp 50 miliar, yang baru dicairkan GU-nya baru Rp 5 miliar,” kata Penjabat Sekda Kendal, Sugiono, kemarin (29/8).

Permasalahan ini menurutnya sudah dibahas dibahas sebelumnya dengan mempertemukan Disdikbud Kendal dengan Badan Keuangan Daerah (Bakeuda), Inspektorat, Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa (UKPBJ), Bagian Pembangunan. Tujuannya untuk mengetahui permasaalahan yang ada di Disdikbud Kendal.

Baca juga:  Tetap Bersatu, Jadikan Kendal Mendunia

“Ternyata kendala yang dihadapi adalah Disdikbud kesulitan dalam hal surat pertanggungjawaban (SPJ). Sehingga yang terjadi pekerjaan sudah dilaksanakan, tagihan menumpuk karena tidak bisa cair terkendala SPJ yang tidak bisa dilaksanakan Disdikbud,” katanya.

Kemarin, Ia bersama Bupati Kendal langsung turun ke kantor Disdikbud. Tujuannya untuk mengetahui kinerja dari Disdikbud seperti apa. Selain itu praktek langsung untuk pembuatan SPJ yang benar. “Sehingga pencarian GU di Bakeuda ini bisa berjalan cepat,” tuturnya.

Ia juga langsung memantau dan mendampingi langsung proses pembuatan SPJ di Disdikbud. Sehari kemarin dengan pendampingan telah berhasil membuat pencarian GU sebesar Rp 1 miliar.

“Ini akan kami dampingi terus selama satu pekan kedepan. Sampai nanti mereka bisa membuat SPJ sendiri. Kami targetken paling tidak selama 14 minggu dengan satu minggu dua kali pencairan. Sehingga Rp 50 miliar  nantinya bisa tuntas seluruhnya,” tegasnya.

Baca juga:  Dico Komitmen Wujudkan Kendal Lebih Baik

Menurutnya, hal ini sudah wajar terjadi. Bahkan hal ini tidak hanya terjadi di Disdikbud saja, tapi di semua OPD yang memang penyerapan anggarannya masih rendah. “Mumpung masih bulan Agustus, masih ada waktu untuk membenahi secara bersama-sama,” paparnya.

Sementara itu Kepala Disdikbud Kendal, Agus Rifai mengatakan memang ia menekankan aspek kehati-hatian dalam bekerja maupun pembuatan laporan. Sebab semua pekerjaan berlandaskan aturan. “Kami tidak mau nanti tersangkut kasus hukum karena satu kesalahan saja,” akunya.

Selain itu Dunia Pendidikan menjadi sorotan masyarakat. Makanya, ia meminta jangan menyalahkan OPD yang terlambat dalam baru merealisasikan anggaran masih 10 persen. “Karena kami ingin melaksanakan sesuai aturan yang ada,” imbuhnya. (bud/bas)

Baca juga:  Anggaran Pendidikan masih Timpang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya