alexametrics

Komponen Dalam Negeri Ditingkatkan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, KENDAL – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong industri di Indonesia untuk meningkatkan kualitas SDM dan produk yang dipasarkan. Perusahaan domestik Indonesia harus bisa bersaing di tengah pasar cerdas atau revolusi industri 4.0 dunia.

Salah satunya dapat dibuktikan dengan telah mengantongi sertifikat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). “Sertifikat TKDN ini cukup penting, karena menjadi sebuah jaminan dan garansi bahwa produk yang dipasarkannya memang berkualitas,” tutur Direktur Industri Kimia Hilir dan Farmasi, Ditjen Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil Kementerian Perindustrian Taufik Bawazier saat membuka Bimtek SDM Industri UPVC di PT Terryham Proplas Indonesia, Kaliwungu, Rabu (28/8). Dalam kesempatan ini Kemenperin juga menyerahkan tanda sah TKDN.

Baca juga:  Siapkan 11 Sekolah Lagi untuk PTM

Taufik memberikan apresiasi atas produk Kends UPVC (Unplasticized Poly Vinyl Chloride) dari PT Terryham Proplas Indonesia. Pasalnya perusahaan tersebut telah mengantongi TKDN dengan nilai rata-rata sekitar 76 persen di setiap produk. “Kami yakin Kends UPVC bisa bersaing dan bahkan menang tender dibanding UPVC impor,” katanya, kemarin.

SDM merupakan sektor yang penting untuk dikembangkan secara terus-menerus agar produktivitas tetap mampu bertahan dalam menghadapi revolusi industri 4.0 dunia. Menurutnya, dengan SDM yang memadai, ketepatan dan kecepatan industri lebih terjaga. “Apalagi pemerintah telah menerbitkan TKDN yang bertujuan antara lain melindungi industri dalam negeri,” katanya.

Direktur Utama PT Terryham Proplas Indonesia Syamsunar mengatakan, persoalan SDM menjadi salah satu faktor penentu maju mundurnya perusahaan. Makanya, perusahaan terus berusaha meningkatkan kemampuan karyawan di berbagai bidang. “Ini dilakukan perusahaan untuk secepat mungkin memenuhi kebutuhan konsumen. Sudah empat angkatan siswa SMK mengikuti diklat Kends UPVC, dari produksi, perakitan sampai penghitungan, mereka kami ajari dalam kurun waktu sebulan,” katanya.

Baca juga:  SMPN 3 Patean Kendal Jadi Percontohan Sekolah Inklusi

Ia mengaku kendala yang dihadapi Kends UPVC saat ini adalah masih kalah dengan produk-produk impor saat lelang tender pekerjaan. Sebab, harga UPVC impor relatif lebih murah dibandingkan produk lokal. Makanya dengan TKDN tersebut, ia berharap pemerintah bisa membuat kebijakan agar perusahaan lokal Indonesia untuk bisa didahulukan. (bud/ton)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya