Guru Asah Kemampuan Menulis Artikel Populer

285
BELAJAR MENULIS: Para guru antusias mengikuti pelatihan penulisan artikel ilmiah di media massa yang digelar di SMP Negeri 3 Patebon, Kendal.(ISTIMEWA)
BELAJAR MENULIS: Para guru antusias mengikuti pelatihan penulisan artikel ilmiah di media massa yang digelar di SMP Negeri 3 Patebon, Kendal.(ISTIMEWA)

RADARSEMARANG.ID, KENDAL-Pelatihan penulisan artikel populer di media massa bagi guru putaran ke-53 digelar di SMP Negeri 3 Patebon, Kendal, Sabtu (24/8) lalu. Pelatihan kerja sama Jawa Pos Radar Semarang dan SMPN 3 Patebon tersebut diikuti sedikitnya 92 guru dari Kendal, Batang, Kabupaten Pekalongan, Purbalingga, Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Rembang dan sebagainya.

Ketua panitia Ana Rahmawati Ningsih mengaku sangat bangga, karena sekolahnya bisa menggelar pelatihan yang diikuti para guru di Jateng. Peserta tak hanya guru SMP, namun juga guru SD, MTs, SMA dan SMK.

Alhamdulillah acara berlangsung sukses. Antusias peserta juga tinggi. Target kami hanya 80 peserta, ternyata tembus hingga 92 orang,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Dikatakan, dalam pelatihan yang dimulai pukul 13.00 itu, menghadirkan narasumber Pemimpin Redaksi Jawa Pos Radar Semarang Arif Riyanto dan anggota Tim Penilai Angka Kredit (PAK) SMP Kabupaten Kendal Ali Mutohar. Acara dibuka oleh Waka Sarpras dan Humas SMPN 3 Patebon Sriyatno, SPd.

Ali Mutohar memaparkan tentang Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) dan angka kredit publikasi ilmiah guru. Ia mengatakan, jika guru sekarang dituntut untuk bisa menulis, salah satunya menulis artikel ilmiah populer.

“Bapak-ibu guru mengikuti pelatihan ini adalah pilihan yang cerdas. Karena lewat menulis artikel ilmiah populer, kenaikan pangkat akan bisa diraih relatif lebih mudah,”katanya.

Ali sendiri mengaku telah sekali mengikuti pelatihan yang sama. Bahkan, dua artikelnya sudah dimuat di Jawa Pos Radar Semarang. “Apalagi bagi bapak-ibu guru yang saat ini pangkatnya masih di bawah 3d, ini kesempatan emas, karena di bawah 3d masih bebas memilih publikasi ilmiah,” ujarnya. (aro)