alexametrics

Gladak-Darupono Tiga Bulan Bisa Rampung

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, KENDAL—Pembangunan Jalan Raya Kaliwungu-Boja, di ruas Gladak-Darupono terus dikebut. Targetnya, jalan harus selesai dalam kurun waktu tiga bulan dari lima bulan waktu kontrak kerja.

Selain itu, guna menghindari beton retak dan kemacetan, pembangunan jalan dengan betonisasi itu dikerjakan malam hari.

“Kami kerjakan dari pukul 18.00-05.00 setiap harinya. Karena cuaca kemarau, kalau dikerjakan siang berpotensi retak. Sehingga kami kerjakan malam untuk mengurangi risiko kerusakan,” kata pelaksana pekerjaan, Bisri Budi Setiawan dari PT Fajar Abadi Utama, kemarin.

Menurutnya, Jalan Raya Kaliwungu-Boja setiap hari ramai dilalui kendaraan. Lantaran jalur tersebut merupakan jalur utama untuk warga Kecamaran Singorojo, Boja dan Limbangan (Siboli) untuk menuju Kendal. Begitupun sebaliknya warga wilayah Kendal bawah menuju ke Siboli.

Baca juga:  Mahasiswa KKN Upgris Kembangkan Budidamber

“Kalau siang praktis ramai lalu lalang arus kendaraan. Pasti macet kalau kami kerjakan siang hari. Makanya kami kerjakan malam hari,” jelasnya.

Untuk mempercepat pembangunan, lanjut Bisri, pihaknya membagi pembangunan menjadi tiga seksi. Yakni Gladak sampai Plantaran, Plantaran-Protomulo dan Protomulyo-Darupono. “Jadi pengerjaan jalan bisa lebih cepat,” tandasnya.

Saat ini, meski baru satu bulan berjalan dari lima bulan waktu yang tersedia dalam kontrak kerja, pihaknya telah menyelesaikan 35 persen. “Sehingga tiga bulan kami targetkan bisa selesai, meskipun yang baru bisa dilintasi hanya satu lajur dulu,” tuturnya.

Tiga seksi tersebut, lanjut Bisri bisa mengerjakan rata-rata perhari 150 meter per seksi. “Jadi sehari bisa mencapai 450 meter dari 4,8 kilometer yang harus kami selesaikan,” tandasnya.

Baca juga:  Meningkatkan Kapasitas Perempuan Berpolitik

Pejabat Pembuat Komitmen (PPKom) Pembangunan Jalan Gladak-Darupono, Sabidin, menjelaskan bahwa setidaknya ada 50 pekerja yang dilibatkan. Dengan masing-masing seksi ada 16-17 orang pekerja. “Target kami secepat mungkin, agar jalan bisa segera dilintasi,” katanya.

Guna menghindari polusi debu selama pembangunan jalan, pihaknya juga memerintahkan kepada pelaksana pembangunan untuk menyirami jalan tiga kali sehari. Yakni pagi, siang dan sore hari.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kendal, Sugiono menambahkan jika pengerjaan Jalan Gladak-Darupono melibatkan lima perusahaan penyuplai beton. Hal itu untuk mengantisipasi jika ada penyuplai yang berhalangan, masih ada yang menyuplai beton. “Selain itu agar lebih kompetitif. Dengan lima perusahaan penyuplai beton, jika ada yang jelek langsung kami minta ditarik lagi dan tidak akan dipakai lagi,” tegasnya.

Baca juga:  Dihabisi saat Siapkan Hidangan Buka Puasa

Untuk mengindari kecurangan atau pekerjaan yang tidak sesuai, pihaknya telah melakukan uji laboratorium terhadap komposisi beton yang akan digunakan. Selain itu setiap hari ada pengawas yang memantau pekerjaan.

Sugiono mengatakan pembangunan Jalan Gladak-Darupono itu dianggarkan dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dengan pagu sebesar Rp 18 miliar. “Tapi dari pagu tersebut, nilai kontrak real-nya hanya sebesar Rp 16 miliar. Jadi ada penawaran di bawah pagu yang kami sediakan,” tandasnya.

Pengerjaan jalan sesuai kontrak pekerjaan selama lima bulan, terhitung sejak Juli sampai November. “Tapi saat ini sudah sebulan pengerjaan hampir mencapai 40 persen. Jadi kami prediksikan tiga bulan jalan selesai,” imbuhnya. (bud/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya