alexametrics

Tularkan Virus Cinta Wayang ke Milenial

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, KENDAL – Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) Kendal mulai mengajak generasi muda untuk mencintai seni pedalangan wayang kulit. Hal itu lantaran seni Wayang Kulit merupakan budaya adiluhung yang sekaligus identitas warga Jateng.
Hal itu mulai nampak dengan tampilnya enam dalang remaja asal Kendal pada saat Pelantikan Pengurus Pepadi Kendal periode 2019-2024 di Alun-Alun Kendal. Lakon yang dimainkan yaitu Bimo Rangsang yang dimainkan oleh Alivia Puji Hermita (SMP Limbangan) dan M Rizky TP (Boja). Lakon Bimo Suci dimainkan oleh Niken dan Sutoro, sedangkan lakon Babat Alas Wisomarto dimainkan oleh Nakulo (Weleri) dan Farchan (Sukorejo).

Pelantikan Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) Kendal dilakukan oleh Ketua Pepadi Jawa Tengah, KPAH Untung Wiyono. Dikatakan, selama seni budaya yang adiluhung ini disukai masyarakat, maka toleransi, ketenteraman dan kedamaian akan tetap terjaga. Makanya, seni budaya adiluhung ini harus dipertahankan.

Baca juga:  PMI Kendal Berikan Sembako dan Sajadah Bagi Pendonor

Jika minat masyarakat terhadap seni budaya semakin kurang, maka pimpinan daerah harus ikut membantu supaya seni budaya kembali diminati masyarakat. “Harus ada kolaborasi antara seniman, Pepadi dengan pemda untuk memajukan seni budaya,” katanya.

Ketua Pepadi Kendal, H Joko Gunawan mengatakan, bahwa salah satu program Pepadi Kendal adalah membuka kursus pedalangan, karawitan dan waranggana. Dimana sekolah tersebut untuk mendidik anak-anak muda supaya mencintai wayang kulit.

Saat ini kursus sudah dibuka di desa Wonotenggang Kecamatan Rowosari. “Tujuannya selain melatih keterampilan, juga untuk mendidik supaya generasi berbudaya yang baik dan menjaga sopan santun,” katanya.

Pepadi Kendal juga akan menggelar wayang kulit selama 18 hari berturu-turut mulai tanggal 7 November 2019 di Wonotenggang Rowosari. Pagelaran wayang kulit tersebut untuk memperingati Hari Wayang Nasional 7 November. “Dalam pertunjukan tersebut rencananya akan melibatkan 36 dalang Kendal,” tandasnya.

Baca juga:  Bendung Segala Bentuk Propaganda

Sementara itu Bupati Kendal, Mirna Annisa dalam sambutan tertulisnya yang disampaikan oleh Kepala Dinas PUPR, Sugiyono mengatakan, bahwa pagelaran wayang kulit remaja ini untuk mencari bibit-bibit dalang yang handal dan untuk mengenalkan serta melestarikan wayang kepada generasi muda.

Kesenian wayang, selain sebagai hiburan masyarakat, juga merupakan salah satu alat komunikasi masssa dan penyebarluas hasil pembangunan dan kemajuan pemda kepada masyarakat. “Lakon dalam wayang ini mampu memberikan tuntunan, karena penuh dengan bimingan dan ajakan yang baik, sehingga bisa diambil suri teladan yang baik,” tuturnya. (bud/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya