alexametrics

Debit Air Kali Kendal Susut

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, KENDAL, Radar Semarang – Debit air Kali Kendal mulai menyusut. Sepanjang pantauan Jawa Pos Radar Semarang, aliran sungai yang membentang dari Kelurahan Trompo hingga kelurahan Bandengan ini beberapa minggu terakhir mulai terlihat dasar sungai akibat debit air yang terus berkurang.

Warga kelurahan Patukangan, Miftah, menuturkan sejak pertengahan bulan kemarin, debit air Kali Kendal memang banyak berkurang. Bahkan dibeberapa titik sudah tidak ada air yang mengalir dan di tumbuhi rumput. Menurutnya hal tersebut dikarenakan musim kemarau yang mulai berlangsung dan menyebabkan sumber air Kali Kendal mengalami penyusutan.
“Biasanya kalau musim penghujan debit airnya deras. Bahkan sampai meluap dan menyebabkan banjir di beberapa kelurahan yang dilewati aliran sungai. Namun saat kemarau memang biasanya debit air berkurang. Terutama pada puncak kemarau Agustus dan September,” ujarnya.

Baca juga:  Nenek 70 Tahun di Cepiring Tewas dengan Luka Tusuk dan Bacokan

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUPR) Kendal, Sugiono menerangkan kemarau memang menjadi salah satu penyebab berkurangnya debit air Kali Kendal. Namun pihaknya menjelaskan pengerjaan proyek kementerian PUPR di Kali Bodri juga menyumbang andil berkurangnya debit air. Sebab selama ini debit air Kali Kendal merupakan hasil suplesi (kiriman) dari Kali Bodri.

“Sumber air Kali Kendal ada dua. Dari alam dan dari suplesi Kali Bodri. Saat kemarau sumber dari alam yakni daerah hutan di Pegandon keatas mengalami kekeringan sehingga sumber air menyusut. Ditambah dengan saat ini, Kali Bodri kanan sedang berlangsung tahap pengerukan proyek dari Kementerian PUPR. Maka dari itu debit airnya menjadi berkurang yang menuju ke Kali Kendal,” ujarnya.

Baca juga:  Dompet Duafa Salurkan Bantuan Oksigen ke RS Rujukan Covid-19

Selain itu dengan mengeringnya Sungai Pembuangan Wonosari dan Bladon juga memperparah pengurangan debit air di Kali Kendal. Dirinya menjelaskan untuk proses aliran Kali Kendal sendiri berasal dari Bendung Juwero yang dialirkan ke Kali Bodri dan disuplesikan ke Kali Penut baru ke Kali Kendal. Baru setelah melewati sungai tersebut air akan ditampung pada Bendungan Trompo.

“Pengurangan debit air di Kali Bodri tidak secara terus menerus. Kami menginstruksikan kepada pengelola proyek untuk membuka pintu air Bendung Juweno setiap tiga hari sekali sehingga air akan tetap mengalir di Kali Kendal,” lanjutnya. (akm/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya