alexametrics

Polusi TPA Pagergunung Mengkhawatirkan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kendal – Polusi asap dan bau busuk pembakaran sampah melanda pemukiman warga Pagergunung, Kecamatan Pagauyung, Kendal. Sepanjang pemantauan  RadarSemarang.ID, asap putih membumbung tinggi dari tumpukan sampah TPA Pagergunung yang berjarak 200-300 meter dari pemukiman. Sehingga membuat warga selalu mengeluhkan asap tersebut yang selalu menuju area pemukiman dan mengganggu saluran pernafasan.

Kepala Desa Pagergunung, Untung Priyadi Ramandani polusi tersebut sudah berlangsung sejak sebulan terakhir dan diperparah dengan musim kemarau yang sedang berlangsung. Bahkan mengganggu aktivitas warga seperti kegiatan belajar mengajar di sekolah terdekat, aktivitas sehari-hari warga dan administrasi pemerintahan di desa.

“Yang terkena dampak paling parah yakni dusun Krajan tepatnya RW 1 dan 4. Selain warga kami, pengguna jalan juga merasakan dampak asap tersebut. Apalagi jalan tersebut kan tidak hanya digunakan oleh warga Pagergunung saja, namun juga warga Sukorejo dan Weleri. Jika asap pekat tentu saja menghalangi jalan dan menganggu perjalanan,” ujarnya.

Baca juga:  Pemuda Warga Cepiring Ini Tanam 35 Paket Sabu di Sembilan Titik

Menghadapi permasalahan tersebut, pihaknya telah berupaya memasangan spanduk yang berisi protes terkait polusi asap dan memberikan surat laporan pencemaran kepada Bupati untuk segera menyelesaikan permasalahan tersebut.

“Kami mengajukan surat keluhan kepada Bupati yang ditanda tangani oleh 30 warga untuk segera menindaklanjuti permasalahan asap yang terjadi. Harapan kami tidak muluk-muluk. Kami hanya ingin penggelolaan sampah di TPA Pagergunung dikaji ulang agar tidak menimbulkan polusi seperti membuat bank sampah atau sebagainya,” lanjutnya.

Kepala Dinas Lingkunga Hidup (DLH) Kendal, Sri Purwati menuturkan asap yang berada di TPA Pagergunung disebabkan adanya gas metan yang berada dalam tumpukan sampah sehingga menyebabkan kebakaran. Maka dari itu pihaknya rutin mengaduk tumpukan sampah guna menekan munculnya api akibat gas tersebut.

Baca juga:  Selamatkan Pesisir Karangmalang Wetan, Tanam Ribuan Mangrove

“Gas metan yang ada dalam tumpukan sampah bila terkena sinar matahari akan menimbulkan sumber api yang membakar sampah. Akibatnya ya timbul asap yang sekarang ini menganggu warga. Maka dari itu kami berupaya memadamkan api dengan menyiram menggunakan air dari sumur terdekat dan mendorong sampah ke pinggir menuju lahan kosong sehingga mengurangi gas metan yang ada dalam sampah,” ujarnya

Sementara itu, Sekertaris Komisi C DPRD Kendal, Bintang Yudha Daneswara menuturkan perlu adanya perhatian khusus dari Pemerintah terkait permasalahan polusi asap TPA Pagergunung. Dirinya menambahkan pemilihan lokasi TPA saat ini kurang tepat sebab dekat dengan pemukiman dan menganggu aktivitas warga.

“Pemkab mungkin perlu membuat TPA baru dimana lokasinya jauh dari pemukiman. Kami siap untuk duduk bersama untuk mencari jalan keluar atas permasalahan sampah tersebut,” pungkasnya. (akm/bas)

Baca juga:  Eks Gambilangu Dirazia, Ribuan Miras Disita

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya