alexametrics

Penjualan di Pasar Hewan Kajen Masih Lesu

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kajen – Jelang Idul Adha aktivitas transaksi di Pasar Hewan Kajen terpantau masih lesu. Kondisi ini jauh berbeda dengan tahun lalu.

Pasar hewan terbesar di Kabupaten Pekalongan itu memang hanya buka tiap Rabu. Artinya, kemarin merupakan hari terakhir pasar tersebut buka sebelum Idul Adha.

“Keramaiannya di bawah standar, padahal jelang Idul Adha. Sampai menjelang siang ini (kemarin) masih di bawah 200 ekor sapi yang datang,” ujar petugas Pasar Hewan Kajen Eko Prayitno kemarin sekitar pukul 10.00.

Biasanya, kata dia, pada jam yang sama, sebelum wabah PMK sudah ada 250 ekor sapi diperdagangkan. Jika menjelang Idul Adha bisa di atas 400 ekor.

Baca juga:  Tak Ada Takbir Keliling dan Penerbangan Balon

“Ya tentu wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) berpengaruh atas kondisi ini,” ujarnya.

Lesunya aktivitas di Pasar Hewan Kajen turut dirasakan salah seorang pedagang sapi asal Kecamatan Doro, Ainun Najib. Tahun lalu, ia bisa menjual 85 ekor sapi sampai jelang Idul Adha. Tahun ini masih 50-an ekor.

Ia menambahkan, harga sapi juga ikut turun. Penurunannya kisaran Rp 500 – 1 juta per ekor. “Bukan harga jelang Lebaran, lho. Sekarang jugal sapi lokal Rp 17 juta nggak laku. Paling Rp 16 juta, itu pun sulit. Pembeli takut PMK,” ucapnya.

Salah seorang calon pembeli Ahmad Mudzakir mengaku PMK memang membuatnya agak bimbang membeli sapi. Jauh-jauh dari Pemalang, kemarin ia datang melihat-lihat sapi untuk kurban.

Baca juga:  Korban Hanyut di Sungai Sengkarang Tersangkut Semak

“Belum memutuskan untuk beli, lihat-lihat dulu. Ini kan ada petugas dari dinas terkait, nanti mau tanya dulu sapinya sehat atau tidak,” ujarnya. (nra/zal)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya