alexametrics

Tujuh Keluarga Masih Bertahan di Dusun Simonet

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kajen – Dusun Simonet, Desa Semut, Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan, kian ditinggalkan penduduknya. Rob dan abrasi di sana semakin parah. Dari semula 67 KK (265 jiwa), kini hanya tujuh keluarga yang masih bertahan.

Dusun ini bisa dikatakan sudah terpisah dari daratan karena tergerus abrasi. Air laut sudah masuk ke rumah-rumah warga. Saat gelombang tinggi, gulungan ombak bisa menghempas dinding rumah.

“Prihatin sekali di sini. Rumah sudah tidak terlihat lantainya karena tertimbun pasir yang terbawa ombak,” kata Sholati, warga setempat.

Wartawan Jawa Pos Radar Semarang pernah ke Simonet beberapa waktu lalu. Saat itu Sholati bersama suaminya tengah mencangkuli pasir laut di ruang tamu. Timbunannya tebal.

Baca juga:  Dua Raperda Tuntas

“Sebenarnya percuma, karena kalau malam pasti penuh pasir lagi. Tapi ini kalau tidak dibersihkan ya bakalan numpuk terus,” ucapnya.

Saat itu, masih cukup banyak penduduk yang tinggal di sana. Tapi Sub Koordinator Infrastruktur Bappeda-Litbang Kabupaten Pekalongan Ismail yang baru-baru ini ke Simonet mengatakan, kini hanya tersisa tujuh keluarga di dusun itu.

“Saya sempat ngobrol, mereka bertahan karena tak punya pilihan lain. Selain itu, karena nelayan, mereka merasa lebih mudah mencari ikan di sana,” katanya.

Penduduk lain sudah pindah ke dusun dan desa-desa sebelah. Kata Ismail, ada yang mengontrak rumah maupun menumpang di rumah saudara.

“Keluarga yang masih bertahan itu kebetulan keluarga besar. Mereka tak punya kerabat lain selain di sana. Jadi memang tak punya pilihan,” jelasnya.

Baca juga:  Soal Tanggul Rob, Pemkot Akui Banyak Catatan dari DWA Belanda

Sejak tahun lalu, Pemkab Pekalongan memang sudah menyiapkan skema relokasi warga Simonet. Lahan di Pekuncen, Kecamatan Wiradesa, seluas 8000 meter persegi sudah disiapkan untuk relokasi itu. Namun, kata Ismail, pemkab juga masih menunggu kabar baik dari Pemerintah Pusat.

“Warga sebenarnya mau dan sudah siap. Namun ini kami bersama sekda tengah melakukan upaya di Jakarta agar ini segera terealisasi,” katanya.

Baru-baru ini, dia bersama bupati dan sekda ke Jakarta membahas itu. Pihaknya memohon supaya relokasi warga Simonet dipercepat, yakni tahun ini.

“Kami terus berupaya berkomunikasi dengan pusat. Alhamdulillah saya dapat kabar bulan ini kembali ke Jakarta untuk bertemu dengan Kementerian PU membahas ini. Semoga ini kabar baik,” harapnya. (nra/zal)

Baca juga:  Sehari Dua Orang Tewas Tenggelam di Kecamatan Kesesi

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya