alexametrics

Korban Banjir Akibat Luapan Sungai Meduri Butuh Toilet dan Logistik

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kajen – Sungai Meduri meluap, jalan utama Desa Tegaldowo – Mulyorejo terendam. Bahkan air hingga masuk ke rumah-rumah. Saat ini warga butuh toilet darurat dan bantuan logistik.

Pantauan Jawa Pos Radar Semarang, Senin (24/5) sore, limpasan air Sungai Meduri sudah tampak di depan objek wisata Meduri Asri. Jalan utama ini memang sudah langganan banjir. Tapi kali ini limpasan air cukup deras. Warga bersama Ormas Bapera bergotong-royong membuat tanggul darurat dengan karung pasir.

Titik yang cukup parah ada di jembatan penghubung Tegaldowo Wetan Kali dan Kulon Kali. Air dari sungai sampai melebihi badan jembatan. Limpasannya sangat deras. Banyak pemotor yang kesulitan melintas dan harus didorong warga.

Baca juga:  Jelang Akhir Kampanye, Baru Ada Tujuh STTP

“Air ini masuk ke rumah. Di rumah saya, setinggi lutut,” kata Dasmirah, warga sekitar.

Ia mengungkapkan, air yang masuk ke rumah membuat toilet juga tergenang. Warga kesulitan buang hajat. Dapur juga tergenang.

“Kami bagaimana caranya ya akhirnya buang hajat di tempat yang sekiranya bisa. Aktivitas di dapur jelas lumpuh juga,” ucapnya.

Kondisi tersebut membuat warga sulit beraktivitas. Namun pemandangan berbeda terlihat di Jembatan Tegaldowo. Anak-anak justru bermain air luapan. Di titik itu, tinggi genangan sebetis orang dewasa. Arusnya deras, sangat berbehaya. Anggota TNI terpaksa menghalau mereka untuk menjauh dari sana.

Kepala Desa Tegaldowo Budi Junaidi mengatakan, hampir seluruh rumah di Desa Tegaldowo terendam luapan Sungai Meduri yang terjadi sejak Minggu (22/5).

Baca juga:  Habib Luthfi Terima Anugerah Jawa Pos Radar Semarang

“Padahal tidak hujan. Semoga tidak campur hujan ini, biar tidak lebih repot,” harapnya.

Hal serupa juga terjadi di Mulyorejo, desa utara Tegaldowo. Air melimpas sampai ke jalan dan rumah warga. Kepala Desa Mulyorejo Samroni mengatakan, sama halnya di Tegaldowo, warganya belum ada yang mengungsi.

“Karena memang di rumah tidak terlalu dalam. Banjir begini mereka anggap biasa. Cuma ini jalannya banjir jadi agak susah aktivitas,” ucapnya.

Warga Tegaldowo dan Mulyorejo hingga sore kemarin masih terus begotong-royong membuat tanggul darurat. Mereka berharap ada tindakan dari pemerintah untuk mengatasi meluapnya Sungai Meduri. (nra/zal)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya