alexametrics

Tiga Tahun Selewengkan Pupuk Bersubsidi

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kajen – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Pekalongan berhasil membongkar praktik mafia pupuk bersubsidi.

Tiga tahun mafia ini menyelewengkan penyaluran pupuk bersubsidi untuk petani. Kerugian negara ditaksir mencapai Rp 700 juta.

Kejaksaan sejauh ini baru menetapkan satu orang tersangka. Ia adalah Mohammad Yahya Faozi, 58, warga Kecamatan Kesesi. Ia Direktur CV Tani Jaya yang merupakan distributor pupuk urea bersubsidi untuk tiga wilayah. Kecamatan Sragi, Kesesi, dan Siwalan.

Selama periode 2019-2021, Kabupaten Pekalongan mendapat jatah alokasi pupuk urea bersubsidi sebanyak 11.050 ton (2019), 11.800 ton (2020), dan 9.500 ton (2021).

Ternyata CV Tani Jaya menyalurkan pupuk di atas harga eceran tertinggi (HET). Dalam menyusun dokumen pelaporan pun mereka mencantumkan angka-angka fiktif. Sebagian pupuk juga mereka salurkan secara fiktif. Caranya dengan gesek kartu tani fiktif dan input penyaluran fiktif secara manual lewat aplikasi T-Pubers.

Baca juga:  Pengurus Baru, PKS Kabupaten Pekalongan Bidik Lima Kursi

“Total sebanyak 149,5 ton pupuk yang disalurkan secara fiktif itu,” kata Kepala Kejari Kabupaten Pekalongan Abun Hasbullah Syambas, Rabu (27/4).

Tak hanya itu, kata Abun, sebanyak 296,5 ton pupuk urea tak bisa mereka pertanggungjawabkan penyalurannya. Sebab saat penggeladahan oleh tim penyidik kejari, pupuk sebanyak itu tak ada di gudang.

“Dugaan kuat, pupuk ini mereka salurkan ke luar wilayah kerja dan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK),” ucap Abun.

Tersangka kini telah ditahan di Rutan Pekalongan sejak 25 April 2022 lalu. Rabu (27/4), kejaksaan juga menggeledah lima tempat yang berkaitan dengan kasus ini. Yakni Kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Balai Penyuluh Kecamatan Kesesi, KPL Tani Jaya Makmur, dan CV Tani Jaya.

Baca juga:  Kejari Demak Paling Banyak Tangani Kasus Pencurian

“Kami menyita dokumen dan surat-surat terkait kasus ini. Tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka lain,” tandasnya. (nra/zal) 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya