alexametrics

Bukan karena Gangguan Jiwa, Ternyata Ini Alasan Pelaku Begal Payudara di Kabupaten Pekalongan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kajen – Motif dan alasan kasus begal payudara di Kabupaten Pekalongan terungkap. Pelaku nekat beraksi murni karena dihinggapi nafsu setelah menduda selama dua tahun. Bukan karena gangguan kejiwaan.

Setelah diringkus polisi Jumat (18/3) lalu, kemarin pelaku M Adi Natah (MAN), 36, dihadirkan dalam gelar perkara di Mapolres Pekalongan. Ia dibekuk karena aksinya pada Rabu (16/3) di terhadap seorang mahasiswi yang tengah berkendara pulang dari kampus.

MAN membuntutinya sejak dari sebuah jembatan di wilayah Desa Tengengwetan, Kecamatan Siwalan. Jembatan itu terkenal dengan sebutan “jembatan begal”. Sesampainya di jalan sepi sekitar persawahan, MAN yang juga mengendarai  sepeda motor memepet korban. Lalu meremas payudaranya dengan tangan kiri lantas kabur.

Baca juga:  Ditinggal Salat, Sepeda Lipat Lenyap

“Saya menduda dua tahun. Kadang muncul rasa kepengen. Akhirnya saya nekat begitu,” kata pria warga Desa Sembungjambu, Bojong, Kabupaten Pekalongan yang sehari-hari bekerja sebagai tukang jahit ini.

MAN mengaku tidak sekali saja beraksi. Total sudah tiga kali ia melakukan tindak pelecehan seksual itu. Di jembatan Sipait sekali, di daerah Tengengwetan dua kali.

Kapolres Pekalongan AKBP Arief Fajar Satria mengatakan, dari keterangan keluarga MAN memang pernah mengalami gangguan jiwa. Namun itu sudah lama. Saat diperiksa polisi beberapa waktu lalu, kata Arief, kondisi jasmani dan rohani MAN sehat-sehat saja.

“Kami masih akan lakukan pemeriksaan dari ahli soal ada atau tidaknya kelainan dalam kecenderungan seksualnya,” ucapnya.

Baca juga:  Buruh Jahit Jadi Sasaran Penjualan Pil Koplo

Arief menambahkan, dari pengakuan MAN yang hanya beraksi tiga kali beraksi baru dua korban yang sudah melapor ke Polres Pekalongan. “Kalau memang ada korban lain, silakan melapor juga kepada kami,” tandas Arief. (nra/bas) 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya