alexametrics

Alokasi Dana Desa Terbesar untuk Perlindungan Sosial

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kajen – Dana Desa (DD) Kabupaten Pekalongan tahun ini meningkat Rp 471 juta. Pemkab mengimbau alokasi terbesar untuk program perlindungan sosial.

Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Pekalongan Toharno mengatakan, dibanding tahun 2021, DD tahun ini lebih besar. “Dari Rp 263,397 miliar menjadi Rp 263,868 miliar,” katanya.

Bupati Pekalongan Fadia Arafiq mengatakan, DD wajib dianggarkan untuk berbagai program. Di antaranya program perlindungan sosial berupa bantuan langsung tunai (BLT) minimal 40 persen, ketahanan pangan dan hewani paling sedikit 20 persen, dan dukungan penanganan Covid-19 paling sedikit 8 persen.

“Prosentase itu dari total pagu DD yang diterima tiap desa,” ucapnya.

Para kepala desa juga mendapat materi sosialiasi dari Kasi Interl Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Pekalongan Adhi Candra. Ia mengatakan, dalam mengelola DD kepala desa harus mengubah cara pandang agar tak tersandung kasus korupsi. “Kades bukan penguasa DD. Ubah mindset itu,” kata dia.

Baca juga:  Anggaran Infrastruktur Tidak Dialihkan

Adhi menyarankan, kepala desa tak usah memegang DD. Lebih baik, DD diserahkan ke bendahara dan pejabat pembuat komitmen (PPK).

“Biarkan di rekening, kalau ada kegiatan cairkan dan segera buat SPJ. Kalau terlalu lama, kejaksaan bisa masuk, LSM juga bisa masuk,” tandasnya. (nra/zal) 

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya