alexametrics

Warga Kabupaten Pekalongan Resah, Air Sumur Berubah Warna Terkontaminasi Limbah Batik

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kajen – Sejumlah warga Simbang Kulon, Buaran, Kabupaten Pekalongan, resah. Air sumur rumah mereka merah kehitaman. Diduga tercampur limbah industri batik. Pencemaran terjadi sejak adanya proyek saluran air di kelurahan setempat.

Salah satunya terjadi di rumah Misbahudin, 40, di RT 15, RW 05. Kepada Jawa Pos Radar Semarang ia menunjukkan kondisi air sumur rumahnya. Benar, warnanya merah kehitaman. “Iya, beginilah,” ucapnya.

Misbah dan keluarganya tak lagi punya pilihan selain memaksa diri mandi dengan air sumur itu. Begitu pula untuk mencuci baju dan perabotan. “Caranya saya tampung dulu di ember. Didiamkan beberapa waktu biar warnanya mengendap. Lalu saya ambil dengan hati-hati yang atas. Bisanya begitu,” ungkapnya.

Baca juga:  Bejat! Aksi Predator Anak di Demak Bikin Geram

Sementara untuk minum dan memasak, Misbah terpaksa harus membeli air galon. Ia tak mau ambil risiko. “Ya, walaupun gara-gara mandi dengan air itu tubuh saya agak gatal-gatal. Tapi mau bagaimana lagi,” tuturnya.

Kasus yang sama juga terjadi di rumah Saifudin, tetangga dekat Misbah. Saifudin harus mengungsi mandi di rumah mertua atau kerabatnya. “Sama, minum dan masak kami pakai air galon,” katanya.

Mereka menduga, penyebab kasus ini karena adanya proyek pembangunan saluran air di Simbang Kulon. Proyek yang tak kunjung rampung membuat saluran-saluran air tak lancar. Sementara Simbang Kulon merupakan wilayah sentra industri batik. Aktivitas produksi nyaris berlangsung setiap hari.

“Kalau soal selokan berwarna karena limbah di sini sudah biasa. Kalau salurannya lancar, tidak ada masalah seperti ini kok,” jelas Saifudin.

Baca juga:  15 Pemain Lolos Seleksi Persekap

Namun mereka tak tahu itu proyek dari mana dan dalam rangka apa. Mereka juga tak tahu harus mengadu ke siapa.

Kasus juga terjadi di RT 20, RW 07. Ketua RT Ali Syukron mengatakan, belakangan beberapa warganya mengadu karena air di rumah mereka jadi berwarna. “Satu-dua orang yang mengadu ke saya. Tapi tidak tahu yang lain merasakan juga atau tidak,” ujarnya.

Ali mengungkapkan, ia pernah mengikuti rapat terkait proyek saluran air di Simbang Kulon. Setahu dan seingat dia, proyek tersebut bernama “Skala Kawasan”, dari Pemerintah Pusat. Sasaran proyek ini, kata dia, yakni membuat dan memisahkan saluran limbah dan selokan rumah tangga. Total anggarannya Rp 44 miliar lebih.

Baca juga:  Candra Digadang-Gadang Pimpin PSSI Kabupaten Pekalongan

Ali bahkan pernah mencoba menyampaikan keluhan warga kepada petugas proyek. Jawaban yang ia dapat hanya diminta untuk sabar karena proyek masih berjalan. Menurut Ali, warga ingin proyek itu cepat selesai.

“Waktu itu bilang akan selesai 11 bulan. Kalau tepat, harusnya Februari 2022 lalu selesai. Tapi sampai sekarang belum dan begini yang terjadi. Material-material proyek juga berserakan,” tandasnya. (nra/zal)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya