alexametrics

Belajar dari Youtube, Pria di Kabupaten Pekalongan Nekat Cetak dan Edarkan Uang Palsu

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kajen – Abdul Ghofur, 23, terciduk Polres Pekalongan karena mencetak uang palsu (upal) yang jumlahnya mencapai 90 juta. Pria ini mengaku memperoleh keahlian itu dari menonton video tutorial di Youtube.

Tak hanya mencetak, Ghofur ternyata juga mengedarkan upalnya itu. Memasarkannya di Facebook dengan sistem cash on delivery (COD) atau ketemuan. Tiga lembar pecahan upal 100 ribu, ia hargai Rp 100 ribu (satu banding tiga).

“Saya baru coba-coba sekali ini. Tidak punya pengalaman sebelumnya,” ungkap pria asal Demak ini saat dihadirkan di Polres Pekalongan, Rabu (2/3/2022).

Selain Semarang, Kabupaten Pekalongan merupakan salah satu kota pemasarannya.
Polisi menciduk Ghofur pada Minggu (27/2/2022)  saat hendak bertransaksi di halaman masjid Rumah Sakit Islam Pekajangan, Kabupaten Pekalongan. Kapolres Pekalongan AKBP Arief Fajar Satria mengatakan, dari Demak Ghofur mengendari sepeda motor.

Baca juga:  Zaman Berubah, Pembaca Koran Tetap Ada

“Saat itu ia membawa upal sejumlah 37 juta pecahan seratus ribu di jok sepeda motor,” jelasnya.

Setelah diinterogasi, Ghofur mengaku sudah mencetak kurang lebih 90 juta upal pecahan 100 dan 50 ribu. Namun yang siap edar hanya 41 juta. Lainnya rusak dan ada yang belum proses pemotongan.

“Dari total yang ia cetak, yang berhasil kami amankan sejumlah 78 juta 250 ribu. Itu hasil dari penggeledahan kami di rumah tersangka,” tutur Arief.

Ghofur mencetak upal hanya bermodal mesin printer, kertas, dan pisau potong. Hasil cetakannya tidak rapi. Kualitas kertas dan tintanya sangat jauh dari kata mirip dengan uang asli. Sangat mudah dikenali itu uang palsu.

Baca juga:  Lima Pegawai KUA Kecamatan Tirto Positif Covid-19

“Ia mencetak sejak awal Januari 2022 sampai pertengahan Februari lalu. Sudah mendapat keuntungan Rp 4 juta dari penjualannya,” kata Arief.

Selain Ghofur, Polres Pekalongan juga menangkap Ana Jarisman, 33. Perempuan asal  Batam ini juga mengedarkan upal di Kabupaten Pekalongan. Bedanya dengan Ghofur, Ana tidak mencetak sendiri.

“Ia mengaku membeli upal dari sebuah akun Facebook, lalu menjualnya lagi. Jumlahnya 2,5 juta, pecahan 5 ribu, 10 ribu, dan 50 ribu,” tandas Arief. (nra/bas)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya