alexametrics

Bantuan untuk Penunggu Pasien Maksimal Empat Hari

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kajen – Program bantuan biaya hidup bagi keluarga penunggu pasien berbatas. Pemkab Pekalongan hanya memberikan maksimal empat hari masa perawatan. Bantuan sebesar Rp 50 ribu per hari itu, berlaku untuk satu orang penunggu dari keluarga pasien.

Program gebrakan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq ini, sebenarnya sudah berjalan sejak 1 Januari 2022. Didengungkan sejak 2021. Namun masih banyak pertanyaan-pertanyaan di masyarakat. Termasuk soal ada atau tidaknya batas waktu, berlaku untuk berapa orang penunggu, hingga berlaku untuk berapa kali perawatan.

Fadia mengatakan, program tersebut ia gagas khusus untuk keluarga yang berstatus fakir miskin. Ketika salah seorang keluarga menjalani rawat inap di puskemas atau rumah sakit milik Pemkab Pekalongan, si penunggu pasien akan diberi bantuan sebesar Rp 50 per hari.

Baca juga:  Atasi Banjir Pacar, Normalisasi Sungai Tahun Ini

“Tetapi kami baru mampu memberikan maksimal empat hari masa perawatan. Insyaallah cukup untuk mengaver biaya transportasi atau makan,” kata Fadia.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Pekalongan Rachmawati menjelaskan, tak semua penunggu pasien di rumah sakit mendapat bantuan ini. “Khusus yang menunggui pasien rawat inap kamar kelas III,” ucapnya.

Penunggu yang mendapat bantuan ini juga hanya satu orang. Yakni suami, istri, anak, atau keluarga sedarah dalam garis lurus ke atas atau ke bawah sampai dengan derajat ketiga.

Bantuan ini juga hanya berlaku untuk satu kali perawatan dalam satu tahun anggaran. Artinya, tidak berlaku untuk perawatan kedua sebelum ganti tahun anggaran.

Rachmawati menambahkan, penerima bantuan ini harus terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) atau berstatus fakir miskin menurut legalitas kepala desa/lurah.

Baca juga:  Buang Bayi di Rumah Mantan Mertua

Soal mekanisme pengajuan, penunggu pasien harus membuat surat permohonan kepada bupati melalui kepala Dinsos. Melampirkan KTP, KK, dan Surat Keterangan Tidak Mampu yang dilegalisir desa/kelurahan dan kecamatan. Ditambah surat keterangan rawat inap dari puskesmas atau rumah sakit tempat pasien dirawat.

“Pencairan bantuan melalui Bank Jateng. Dicairkan paling lambat 30 hari setelah surat permohonan diajukan. Tidak ada potongan sepeser pun,” tandasnya. (nra/zal) 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya