alexametrics

Kisruh PPP Kabupaten Pekalongan, Arsul Sani: Aksi Itu Tidak Ada Gunanya

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kajen – Wakil Ketua Umum DPP PPP Arsul Sani akhirnya angkat bicara soal kisruh partai berlambang ka’bah itu di Kabupaten Pekalongan. Ia menyebut, DPP tak mau memilih orang-orang yang memiliki catatan merah di partai. Ia juga menekankan, aksi protes kader di Kota Santri beberapa waktu lalu itu  tak ada gunanya.

PPP Kabupaten Pekalongan belakangan tengah diterpa isu perpecahan. Akar masalahnya, yakni turunnya Surat keputusan (SK) DPP yang memutuskan Mirza Kholik sebagai Ketua DPC PPP Kabupaten Pekalongan. Padahal Mirza hanya mendapat dukungan 6 PAC. Sementara calon lain, yakni Mas’udah, mendapat dukungan 12 PAC.

Buntutnya, beberapa waktu lalu sejumlah kader partai menggelar aksi di Tugu Nol Kajen. Mereka menolak keputusan DPP. “Aksi itu tidak ada gunanya,” kata Arsul Sani.

Baca juga:  Dua Program Disdukcapil Kabupaten Pekalongan Sabet Penghargaan

Sebab, lanjut dia, keputusan memang berada di tangan Dewan Pimpinan Pusat (DPP). Tugas formatur hanya mengusulkan nama kandidat Ketua dan Pengurus DPC. “Kewenangannya ada di DPP. Jadi aksi itu, sekali lagi, tidak ada gunanya,” tegasnya.

Ia menerangkan, dalam memutuskan, DPP sudah berdialog dengan perwakilan PAC dan Gerakan Pemuda Ka’bah. Saat itu, kata dia, pihaknya sudah menjelaskan keputusan penetapan kepengurusan ada di DPP.

“Saya sudah jelaskan juga, nama-nama yang diusulkan formatur itu bukan orang yang kami yakini punya kemampuan menjalankan roda partai,” jelasnya.

Pria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPR RI itu juga menyebut, orang-orang yang diusulkan formatur itu punya catatan merah di dalam partai.

Baca juga:  Desa Karangjompo Banjir, Ratusan Warga Diungsikan ke Pabrik

“Catatan itu terkait disiplin dan loyalitas terhadap partai. Maka DPP tentu saja tidak akan memilihnya,” tandasnya. (nra/zal)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya