alexametrics

Cuaca Buruk, Jalur Doro-Petungkriyono Longsor Parah

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kajen — Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Pekalongan Selasa (18/1) sore membuat longsor di sejumlah titik. Paling parah di jalur Doro-Petungkriyono.

Hujan deras yang kembali mengguyur Rabu (19/1) menyebabkan longsor susulan. Sejumlah warga, jurnalis dan kapolres sempat terjebak karena material tanah menutupi jalan.

Sejumlah wisatawan dan warga terjebak pada Selasa (18/1) sore tidak bisa turun melalui jalur Kroyakan – Sokokembang. Mereka pun terpaksa putar arah melalui jalur Kalibening (Banjarnegara) untuk bisa turun ke daerah bawah. Demikian sebaliknya. Warga Petungkriyono di bawah yang akan pulang ke rumahnya terpaksa melalui jalur itu juga, sehingga jarak tempuhnya lebih jauh.

Proses evakuasi dihentikan ketika hari sudah malam dan gelap. Pembersihan material baru dilanjutkan Rabu pagi. Tapi musibah longsor belum berhenti.
Wartawan Jawa Pos Radar Semarang Nanang Rendi Ahmad bersama Kapolres Pekalongan AKBP Arief Fajar Satria dan ratusan orang lain ikut terjebak longsor susulan Rabu (19/1) sore.

Baca juga:  Optimalkan Potensi Pemuda Pelopor

Nanang ke Petungkriyono dengan maksud meliput proses evakuasi material longsor karena memutus akses warga selama semalam. Proses evakuasi selesai. Tetapi hujan kembali turun. Tim SAR, Polri, TNI, dan relawan bermaksud turun dari Petungkriyono. “Tetapi ternyata ada longsor susulan yang memutus jalan. Air bah naik ke jalan dan meluluhlantakkan semua yang ada di jalan itu,” jelas Nanang.

Semua terjebak karena lokasi longsor yang baru saja selesai dievakuasi juga kembali longsor. Tidak ada yang bisa melintas. Baik dari arah Kajen maupun sebaliknya.

Dijelaskan lebih lanjut oleh Nanang, sinyal HT polres juga tidak tersambung. Tidak ada sinyal internet dan telepon di sana. Tidak ada bantuan datang sama sekali. Di lokasi, hujan tidak reda sejak pukul 12.00 sampai 17.00.

Baca juga:  Edarkan Sabu demi Bayar Kuliah

Akhirnya ratusan orang tersebut memutuskan mengevakuasi diri dengan berjalan kaki karena hari sudah gelap. Semua kendaraan ditinggal. “Kami berjalan kaki sejauh 7 kilometer untuk sampai ke perbatasan Petungkriyono-Doro. Di sana bantuan baru datang dan kami, termasuk saya, sudah terevakuasi di Polsek Doro,” kata Nanang. (nra/ton)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya