alexametrics

Kapolsek Gagal Ngeprank SMAN 1 Kajen

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kajen – Kapolsek Kajen AKP Isnovim gagal ngeprank (mengerjai) pihak SMAN 1 Kajen. Semula sudah menyusun rencana untuk memberi kejutan sekolah itu yang tengah berulang tahun ke-42. Namun harus gagal karena Isnovim mendapat perintah mendadak. Akhirnya hanya datang memberikan kue ulang tahun.

Rencananya, Isnovim beserta beberapa anggota Polsek Kajen hendak berpura-pura merazia sekolah itu. Ia bahkan sudah membuat skenario berakting melakukan penangkapan terhadap salah satu siswa. Tujuannya untuk membuat panik pihak sekolah.

“Tapi ternyata saya ada tugas mendadak. Pas sampai sini, acara sudah selesai,” ungkapnya.

Andai saja berhasil, kata Isnovim, mungkin pihak sekolah akan panik. Apalagi skenario berjalan saat acara berlangsung. “Tapi tidak apa-apa. Saya masih sempatkan ke sini, meski hanya menyerahkan kue ulang tahun,” ucapnya.

Baca juga:  Pastikan Bendungan Gembiro Layak

Isnovim merasa harus datang ke acara ulang tahun SMA Negeri 1 Kajen karena selama ini pihaknya sering merepotkan pihak sekolah. Beberapa kegiatan seperti vaksinasi, sosialiasi, dan edukasi, pihaknya selalu meminta keterlibatan SMAN 1 Kajen.

“Ini bentuk terima kasih karena kami sering meminta tolong sekolah ini dalam banyak kegiatan,” ucapnya.

Kemarin, SMA Negeri 1 Kajen genap berusia 42 tahun. Perayaannya sederhana. Tidak besar seperti tahun-tahun sebelum pandemi. Kali ini hanya ada panggung biasa. Dikemas dengan konsep Festival Budaya. Menampilkan pementasan seni budaya dari siswa.

Meski sederhana, siswa kelas XI IPS Ika Retnoyanti mengaku terhibur. Katanya, begitu saja sudah bisa mengobati kerinduannya dengan acara-acara sekolah.

Baca juga:  PKB Masih Berburu Calon Wakil Asip

“Sejak pandemi kan off. Terakhir kami masuk sekolah saat uji coba PTM. Ini masuk langsung disuguhi acara begini, ya, senang,” ujarnya.

Kepala SMAN 1 Kajen Heti Puryanti mengakui acara kemarin tak megah, tetapi monumental. “Ini yang paling sederhana dibanding sebelum-sebelumnya. Tapi ini monumental karena pertama selama pandemi. Pasti membekas di hati siswa dan para guru,” katanya.

Ia berharap, dengan bertambahnya usia, SMA Negeri 1 Kajen bisa mempertahankan dan menambah prestasi. Sejak tahun lalu sekolah ini sudah menerapkan sistem Satuan Kredit Semester (SKS). Dengan sistem ini sudah ada beberapa siswa yang lulus dengan waktu belajar dua tahun. (nra/zal)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya