alexametrics

Bentuk Tim Verifikasi Calon Penerima

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, KAJEN – Bupati Pekalongan Fadia Arafiq akan membentuk tim khusus verifikasi data calon penerima program kesehatan gratis. Ini karena program tersebut berpotensi rancu dengan data penerima BPJS maupun KIS.

Fadia mengatakan, kerja tim khusus ini memverifikasi siapa saja masyarakat yang berhak mendapat program tersebut. Fadia khawatir program ini tak tepat sasaran hanya karena kesalahan data. Pihaknya harus memastikan mana masyarakat yang belum dan sudah memiliki BPJS dan KIS.

“Jangan sampai gara-gara kami ada program ini, BPJS atau KIS ditinggalkan,” katanya saat meresmikan gedung baru UPTD Puskesmas Bojong II, Rabu (29/12).

Program kesehatan gratis ini akan mulai bergulir awal 2022. Sistemnya, masyarakat penerima bisa mendapatkan pelayanan kesehatan gratis hanya dengan menunjukkan KTP. Baik di Puskesmas maupun rumah sakit-rumah sakit tertentu.

Baca juga:  Bantuan untuk Penunggu Pasien Maksimal Empat Hari

“Hanya tiga rumah sakit yang bisa untuk program ini. Yakni RSUD Kajen, RSUD Kraton, dan RSUD Kesesi. Jadi beda dengan BPJS atau KIS,” jelasnya.

Selain akan membentuk tim khusus, Fadia bakal mewajibkan semua Puskesmas membuat pakta integritas. Itu, kata Fadia, untuk memberi jaminan pasien akan menerima pelayanan prima.

“Jika puskemas bisa memberi pelayanan baik, kami akan beri reward. Sebaliknya, jika buruk akan kami sanksi,” tandas Fadia. (nra/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya