alexametrics

460 Personel Gabungan Disebar di 16 Gereja dan 11 Tempat Wisata

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kajen – Total 460 personel gabungan akan menjaga perayaan Natal dan tahun baru (nataru). Mereka disebar ke 16 gereja dan 11 tempat wisata di Kabupaten Pekalongan. Tidak ada skema pengalihan arus lalu lintas, namun akan diberlakukan secara kondisional.

Kapolres Pekalongan AKBP Arief Fajar Satria mengatakan, dari total personel tersebut 307 di antara merupakan anggota Polres Pekalongan.  Pihaknya menyiapkan empat pos pengamanan (pos pam) pada nataru tahun ini. Yakni di kawasan Sipait, Kedungwuni, Exit Tol Bojong, dan Tugu Nol Kajen. Tiap pos pam membawahi sub-pos pam di desa-desa yang terdapat gereja dan tempat wisata.

“Setiap hari mereka akan menjaga 16 gereja dan 11 tempat wisata tersebut mulai 24 Desember 2021 sampai awal Januari 2022,” jelasnya usai mengikuti rapat koordinasi lintas sektoral pengamanan nataru di aula Setda Kabupaten Pekalongan, kemarin.

Baca juga:  PPDI Pertanyakan Pemecatan Perangkat Desa Kebonagung

Secara teknis, saat Natal pihaknya hanya akan melakukan penjagaan di sekitaran gereja. Soal pembatasan jemaat pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada pengurus gereja. Begitu pula untuk penjagaan di tempat wisata.

“Rata-rata mereka membatasi jumlah jemaat 50 persen dari total kapasitas gereja,” ungkapnya.

Selain empat pos pam, Polres Pekalongan menyiapkan satu pos pelayanan di Internasional Batik Center (IBC) Wiradesa. Pos ini untuk pelayanan vaksinasi drive thru. Ini digadang-gadang akan menjadi pertama di Indonesia.

“Ini khusus untuk pemudik yang akan pulang kampung ke Kabupaten Pekalongan yang belum vaksin. Kami akan arahkan ke sana sebelum masuk ke desa,” imbuh Arief.

Tidak ada skema pengalihan arus lalu lintas pada Nataru kali ini. Namun Polres Pekalongan akan memberlakukan jika tiba-tiba diperlukan.

Baca juga:  Formasi Desak Pasar Kedungwuni Segera Ditempati

Sementara itu Sekda Kabupaten Pekalongan Yulian Akbar mengatakan, pihaknya akan menutup akses utama menuju Alun-Alun Kajen saat malam tahun baru.

“Akan kami tutup karena biasanya di sana jadi tempat perayaan tahun baru. Kami akan cegah munculnya kerumunan,” tandasnya. (nra/zal)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya