alexametrics

Tanggul Permanen Kurang 100 Meter

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kajen – Jebolnya tanggul darurat di Desa Jeruksari masih menjadi perhatian banyak pihak. Pasalnya, sebagian besar tanggul tersebut sudah permanen, hanya kurang 100 meter saja yang belum.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Sumar Rosul mengatakan, 100 meter itu masih berupa tanggul darurat. Tanggul itulah yang kemarin jebol dan mengakibatkan 300-an rumah di empat desa di Kecamatan Tirto tergenang air.  “Tinggal sedikit. Nyambung ke pintu air kurang 100 meter yang belum permanen,” katanya, kemarin.

Sumar mengetahui ini karena Rabu (17/11), ia turun ke lokasi. Ia menegaskan, permanennya tanggul itu menjadi harapan warga. Di lapangan, ia sudah berkoordinasi langsung dengan pihak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng yang sama-sama tengah meninjau lokasi. “Tanggul itu wewenang Pemprov Jateng. Namun nanti Pemkab Pekalongan turut membantu,” ucapnya.

Baca juga:  Hujan Angin, Pohon Bertumbangan di Lima Titik

Beruntung, warga masih terus bergotong royong memperbaiki tanggul jebol tersebut. Hingga kemarin, progresnya sudah 60 persen. Kerangka tanggul dari bambu sudah hampir selesai. Hanya kurang menguruknya dengan tanah. “Susah cari tanah karena sedang musim hujan. Kalau tidak hujan, insyaallah besok (hari ini) selesai,” jelasnya.

Untuk penanganan jangka panjang, kata dia, pemerintah telah menyiapkan master plan penanganan banjir rob di Kecamatan Tirto. Di antaranya dengan menanggul Sungai Meduri dan Bremi.

Telah disiapkan pula lahan 30-an hektare untuk kolam retensi di Desa Mulyorejo. Sumar menyebut, Detail Engineering Design (DED) atau detail gambar kerja proyek itu telah jadi. “Namun saya belum bisa bicara banyak karena ini belum dipaparkan di DPRD. Saya minta segera,” tandasnya. (nra/ida)

Baca juga:  Turun Level 2, Sejumlah Titik Tetap Disekat

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya