alexametrics

UMKM Center Center Kabupaten Pekalongan Sepi, Hanya Dua Stan Buka

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kajen – Sudah setahun lebih UMKM Center Kabupaten Pekalongan dibuka. Namun makin ke sini makin sepi. Kamis (7/10/2021), semua kios tutup. Di food court kuliner, hanya dua stan yang buka.

Kemarin, Jawa Pos Radar Semarang berkunjung ke UMKM Center yang terletak di Madukaran, Kecamatan Wonopringgo itu. Memang sepi. Dari jalan raya, seperti tak ada kehidupan. Sekeliling gedung sudah dirimbuni rumput dan tanaman liar. Tak ada satu pun kios yang buka.

Baru setelah masuk ke food court kuliner, sedikit ada tanda-tanda kehidupan. Ada empat orang pengunjung tengah makan di sana. Namun itu tentu saja tak sebanding dengan gedung seluas 1.850 meter persegi yang berdiri di atas lahan 4.000 meter persegi. Apalagi, dari total 16 stan kuliner di sana hanya dua yang buka. “Ya, begini keadaanya. Ramai pas baru diresmikan saja. Sekarang sepi banget,” kata Nia, 20, pedagang Tom Yam di sana.

Baca juga:  Pastikan Tak Ada Desa Blank Spot di Kabupaten Pekalongan

Nia masih mau membuka stannya sampai sekarang karena merasa eman-eman. Tempat itu, kata dia, gratis. Lengkap dengan gerobak dan fasilitas lainnya. “Sayang kalau nggak diteruskan,” ungkapnya.

Sementara pedagang lain, kata Nia, sudah enggan buka karena sering sepi pengunjung. Dalam sehari kerap tak ada pembeli sama sekali. Modal tak kembali. “Enggak menyalahkan mereka juga sih. Karena saya saja bisa buka terus karena pasang di aplikasi ojek online. Kalau nggak begitu, ya sepi begini,” ucapnya.

UMKM Center Kabupaten Pekalongan dibangun sejak 2018. Pembangunannya menelan dana Rp 7 miliar lebih. Diresmikan pada era Bupati Asip Kholbihi, tepatnya 16 Juli 2020.

Koran ini pernah mewawancarai pedagang-pedagang beberapa kali dalam waktu berbeda. Menurut mereka, makin sepinya UMKM Center karena beberapa hal. Di antaranya, lokasi yang kurang bisa terlihat dari jalan raya. Kedua, penerangan malam hari minim. Ketiga, belum ada event besar yang bisa mengundang banyak orang untuk memperkenalkan gedung itu.

Baca juga:  Anggaran Dipangkas, Ketua KONI Kabupaten Pekalongan Mundur

Soal lokasi yang kurang bisa terlihat itu, juga diungkapkan Nia. Teman-temannya yang hendak berkunjung sering kebablasan. Begitu pun tukang ojek online yang mendapat pesanan makanan di UMKM Center.

Nia bahkan terpaksa memasang spanduk di pinggir jalan untuk memberi petunjuk pengunjung. “Saya juga heran. Padahal gedungnya gede seperti ini. Mungkin karena berada di pinggir jalur cepat. Orang gak sempat nengok kanan-kiri,” katanya.

Kepala Dinperindagkop-UKM Kabupaten Pekalongan Hurip Budi Riyantini mengakui UMKM Center makin sepi. Pihaknya tengah mengupayakan bagaimana agar pusat UMKM bisa bergairah.

“Kami sejak lama sudah terpikir untuk menyelenggarakan event di sana agar sekalian promosi. Tapi kondisi masih pandemi seperti ini. Ada aturan prokes dan lain sebagainya,” ungkapnya. (nra/ton)

Baca juga:  Jalur Pantura Kabupaten Pekalongan Ditutup, Ratusan Kendaraan dari Arah Jakarta Putar Balik

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya