alexametrics

Batal Demo, Warga Watusalam Baca Salawat

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kajen – Warga Desa Watusalam, Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan terus berjuang melawan pencemaran dan kriminalisasi. Rabu (6/10/2021), mereka yang tergabung dalam Warga Pejuang Lingkungan Watusalam menggelar pembacaan salawat dan doa di desa setempat. Doa bersama ini sebagai ganti dari rencana aksi unjuk rasa yang sedianya digelar di depan kantor bupati Pekalongan.

Salah satu Warga Pejuang Lingkungan Watusalam Ipul mengatakan, awalnya mereka akan menggelar unjuk rasa dengan tuntutan agar bupati Pekalongan segera menghentikan pencemaran yang dilakukan PT Pajitex. Selain itu juga upaya kriminalisasi kepada warga Watusalam juga dihentikan.

Namun sebelum pelaksanaan, apparat kepolisian meminta agar warga tidak melaksanakan aksi. Apalagi pada 4 Oktober 2021 lalu, turun Peraturan Menteri No. 47 Tahun 2021 yang menyatakan status wilayah covid di Kabupaten Pekalongan yang semula level 2 naik menjadi level 3. “Hal ini rawan dengan represifitas, intimidasi dan kriminalisasi sehingga demi keamanan bersama aksi beralih menjadi doa bersama dan melantunkan 41 kali salawat Nariyah,” katanya.

Baca juga:  Bupati Pekalongan Tantang KONI Masuk 10 Besar Jateng

Manajer Advokasi dan Kampanye Walhi Jateng Iqbal Alma menambahkan, hal ini dilakukan warga sebagai bagian dari perjuangan menjemput keadilan. Sebagai kalangan muslim yang mayoritas warga Nahdliyin, saawat memiliki makna spiritual yang sarat dengan perjuangan.

Doa bersama juga dilakukan untuk mengetuk hati pemerintah daerah agar punya keberpihakan terhadap warga pejuang lingkungan Watusalam dan sikap yang jelas. “Warga sepakat bahwa tidak ada aksi penutupan PT. Pajitex melainkan aksi menolak pencemaran lingkungan yang dilakakan oleh PT. Pajitex. Warga menegaskan bahwa pabrik bisa beroperasi tetapi pencemaran lingkungan harus dihentikan,” jelas Iqbal. (ton)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya