alexametrics

Masih Ada Siswa yang Belum Kantongi Izin Ortu

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kajen – Pembelajaran tatap muka (PTM) perdana resmi dilaksanakan di Kabupaten Pekalongan dan Kota Pekalongan Senin (6/9/2021). Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Pekalongan menyatakan PTM berjalan dengan baik. Namun masih ada siswa yang tak masuk karena tak dapat izin orang tuanya.

Plt Kepala Dindikbud Kabupaten Pekalongan Haryanto Nugroho mengatakan, soal izin itu memang hak ortu. Tak ada aturan yang memaksa siswa harus ikut PTM pada kondisi pandemi seperti ini.

“Jika memang tak diizinkan, secara aturan itu sah siswa tidak ikut PTM. Toh, sekolah masih menyediakan pembelajaran daring,” katanya.

Apalagi, kata dia, pelaksanaan PTM saat ini belum 100 persen. Masih terbatas. Kapasitas siswa di kelas dibatasi. Jam pelajaran juga demikian. “Total baru 60 sekolah yang melaksanakan PTM. Itu SD dan SMP negeri atau sederajat,” paparnya.

Baca juga:  PAN Ingin Tepis Mitos

Dari 60 sekolah itu, kata Haryanto, delapan diantaranya masuk kategori PTM terbatas. Karena sebelumnya sudah pernah menjalani uji coba PTM. Sementara sisanya masuk kategori PTM simulasi.

Terkait siswa yang tak masuk karena terganjal izin orang tua, Haryanto belum bisa menyebut berapa jumlah pastinya. Ia juga belum bisa menyebut itu terjadi di sekolah mana saja.

“Belum kami inventarisasi. Itu baru laporan-laporan sekilas. Data pastinya kami berikan nanti,” ucapnya.

Sementara itu, sejumlah SMP di Kota Pekalongan kemarin juga menggelar PTM terbatas. Selain harus mematuhi protokol kesehatan, siswa wajib diantar dan dijemput ke sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan setempat melalui Kepala Bidang SMP Slamet Mulyadi menyebutkan, dari total 28 SMP di Kota Pekalongan, PTM terbatas baru diikuti 17 SMP negeri dan sebagian SMP swasta.

Baca juga:  Petugas Datang, Pemandu Lagu Kocar-Kacir

Sesuai instruksi wal ikota, digelar dengan kapasitas maksimal 50 persen, menjaga jarak duduk 1,5 meter. Waktu pembelajaran di sekolah hanya 2 jam tanpa istirahat, dan tidak boleh ada kegiatan siswa untuk berkerumun.  “Orangtua atau wali wajib antar jemput siswa ke sekolah,” jelasnya saat meninjau PTM di SMPN 1 Kota Pekalongan Senin (6/9/2021).

Kepala SMP Negeri 1 Kota Pekalongan Nur Laila Ana mengaku bersyukur kegiatan PTM terbatas di tempatnya berjalan dengan baik. Dari total siswa 568 orang, disusun jadwal dengan sistem PTM terbatas (shifting). “Siswa tidak berangkat setiap hari, bergantian,” jelasnya.

PTM terbatas juga disambut baik di SMP Negeri 2 Kota Pekalongan, siswa dan wali siswa antusias mengikutinya. Sebanyak 32 siswa terdiri dari kelas 8A dan 8B menjadi yang perdana ikut.

Baca juga:  Polwan Harus Jaga Nama Baik Polri

Selain mendapat izin wali siswa, sekolah setempat juga memenuhi syarat administrasi. Selain itu, semua tenaga pendidik juga sudah vaksin.

Alhamdulillah satu minggu kemarin, kami sosialisasi dan disambut baik semua pihak,” tutur Kepala SMP Negeri 2 Kota Pekalongan Heny Daryani. (nra/han/ton)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya