alexametrics

Ada yang Baru Merasakan, Gemetaran dan Teharu

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kajen – Sudah 76 kali Indonesia memperingati hari kemerdekaan. Tetapi Sofiansyah, 29, baru kali ini merasakan mengikuti upacara sekaligus bertugas sebagai pengibar bendera. Pria penyandang disabilitas ini mengaku gemetaran dan terharu.

Sofiansyah tampak bahagia duduk menanti upacara dimulai. Gestur tubuhnya menunjukkan rasa antusias. Sambil berkelakar dengan dua temannya sesama penyandang disabilitas di sebelahnya, sesekali ia membetulkan posisi maskernya. Tak tampak rasa tegang maupun grogi dari pria penyandang kelainan tinggi badan (kerdil) itu. Padahal ia akan bertugas sebagai pengibar bendera. Itu hal yang belum pernah ia lakukan sama sekali selama hidupnya.

Di antara penyandang disabilitas lain, Sofiansyah boleh dibilang paling nyentrik. Ia mengenakan kaos oblong hitam bergambar wajah singa yang sangar. Berpadu dengan celana jins abu dan sepatu-sandal karet putih. Ia juga mengenakan topi kasual. Kacamata hitamnya tak ia pasang di mata, melainkan di topi.

Baca juga:  Perintahkan Kades Pelototi Pemudik

Pukul 10.17 upacara dimulai. 26 orang penyandang disabilitas yang terdiri atas petugas dan peserta upacara bersiap-siap. Usia mereka bervariatif. Mulai dari anak-anak hingga lanjut usia. Upacara dilaksanakan di lahan kosong Perumahan Putri Aida, RT 5 / RW 2, Tanjungsari, Kajen, Kabupaten Pekalongan. Semua rangkaian upacara dilakukan oleh penyandang disabilitas. Kecuali protokol dan pembina upacara. Dua tugas itu diambil oleh orang tua peserta.

Rata-rata peserta adalah penyandang disabilitas lumpuh. Mereka hanya duduk di kursi roda. Pemimpin upacara tidak lumpuh. Namun ia menyandang kelainan tangan kiri dan kedua kakinya. Tetapi masih memungkinkan untuk berdiri dan melakukan gerakan hormat. Semua berjalan dengan khidmat.

Ketika tiba saatnya pengibaran bendera,  Sofiansyah mengambil sikap tegap. Ia mulai melangkah ke tiang bendera bersama dua orang lain dengan tugas sama. Merah-Putih berhasil berkibar dengan sempurna, naik ke pucuk tiang tepat saat iringan lagu Indonesia Raya berhenti.

Baca juga:  Dua Admin CV Tani Jaya Jadi Tersangka

“Rasanya gimana ya, gemetaran begitu. Campur aduk, bangga, dan terharu bisa ikut upacara. Ini kali pertama selama hidup,” kata Sofiansyah usia upacara.

Sofiansyah sehari-hari bekerja sebagai penjaga kandang ayam potong. Mendengar kabar Komunitas Disabilitas Kabupaten Pekalongan akan menyelenggarakan upacara HUT ke-76 RI, ia rela mengambil libur.

“Senang sekali, akhirnya saya bisa merasakan ikut upacara seperti ini. Sungguh, saya senang sekali,” ucapnya.

Pendamping Komunitas Disabilitas Kabupaten Pekalongan Purwo Aji mengatakan, latihannya hanya sekalian gladi bersih beberapa jam sebelum pelaksanaan. “Tapi Alhamdulillah semua lancar. Ini pertama kami lakukan. Tahun depan insyaAllah tidak dadakan lagi,” ucapnya. (nra/zal)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya