alexametrics

Dana Pendampingan Petani Tambak Dianggarkan Kembali

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kajen – Pemkab Pekalongan akan kembali menganggarkan dana untuk pendampingan petani tambak. Sebelumnya, sejak pandemi covid-19, anggaran itu dialihkan pada program lain. Para petani menyambut gembira janji Pemkab ini.

Perintah penganggaran kembali pendampingan petani tambak ini disampaikan langsung oleh Wakil Bupati Pekalongan Riswadi kepada dinas terkait di hadapan para petani Kamis (22/7/2021). Tepat saat Riswadi mengunjungi panen udang di Desa Depok, Kecamatan Siwalan, kemarin. “Tadi sudah dialog, petani bilang butuh pendampingan dan edukasi dari kami. Saya minta ke depan, anggarannya jangan lagi dicoret,” katanya.

Saat petani panen udang kemarin, Riswadi ikut menarik jala. Tetapi ia tak berkenan menebar jala. Hanya menarik. Tetapi sekali tarikan itu, ia dapat banyak. Petani dan pejabat Pemkab lainnya bersorak. “Petani bilang, mereka tak begitu terdampak pandemi. Ini sektor yang menurut saya harus diperkuat,” ucapnya.

Baca juga:  Bawa Kopi Lokal Kabupaten Pekalongan Tembus Pasar Internasional

Ketua Kelompok Tani Leman, 49, mengonfirmasi itu. Ia mengatakan, produksi dan pemasaran udang vaname masih bagus sampai sekarang. Di tambaknya yang kemarin panen, Leman awalnya menebar enam ratus ribu benih. Perkiraannya, panen kali ini bisa menghasilkan lebih dari enam ton. Panen tiap empat bulan sekali. “Alhamdulillah tiap panen hasilnya bertambah. Hasilnya kami jual ke banyak perusahaan yang kemudian mereka ekspor juga,” ucapnya.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Pekalongan Sirhan akan melaksanakan perintah Riswadi untuk kembali menganggarkan pendampingan petani. Anggaran itu, kata dia, sebelum pandemi sebenarnya selalu ada. Bahkan termasuk untuk penyuluhan. “Ya, waktu itu anggaran akhirnya selalu dicoret karena refocusing untuk penanganan covid,” paparnya.

Baca juga:  Tunjangan Atlet dan Pelatih Rp 300 Juta

Tak hanya untuk pendampingan, nanti DKP juga akan menganggarkan untuk perbaikan infrastruktur jalan menuju tambak, dan sarana budidaya. Jika sudah teranggarkan, DKP nanti akan mendatangkan tenaga ahli dan penyuluh untuk mendampingi petani. (nra/ton) 

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya