alexametrics

Tanpa Asap ke Udara, Residu Diolah Jadi Batako

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kajen – Di Kabupaten Pekalongan kini ada tempat pemusnahan limbah medis ramah lingkungan. Prosesnya tak membuang asap ke udara. Abu sisa pembakaran (residu) diolah jadi batako, paving, dan material talut.

Tempat pemusnahan limbah medis itu terletak di Desa Kedungkebo, Kecamatan Karangdadap. Pemiliknya CV Jaya Utama. Belum beroperasi. Rencananya, pekan depan baru aktif.

Kemarin, wartawan koran ini ke sana. Berkesempatan mendapat penjelasan cara kerja insinerator pemusnah limbah medis itu. Langsung dari sang perancang, Syamsul Abbas Ras, 63. Ia mendesain mesin pembakar itu agar ramah lingkungan.

“Insinerator ini kami datangkan dari Tiongkok. Tapi saya modifikasi agar cerobong asap tak menjulang ke udara,” katanya.

Baca juga:  LMPI Belum Nyatakan Dukungan

Insinerator itu ada di dalam ruangan (indoor). Tingginya kira-kira empat meter. Tak ada satu bagian pun, termasuk cerobong, yang keluar dari ruangan.

Di salah satu sudut, ada tabung air. Asap hasil pembakaran insinerator itu akan mengarah ke tabung itu. Lalu berproses menjadi uap air. Sementara abu sisa pembakaran (residu) disimpan di tabung lain dan langsung diolah menjadi batako, paving, dan material talut.

Insinerator itu dapat menampung 500 kilogram limbah medis baik yang inveksius sampai non-inveksius. Seperti jarum suntik, perban, selang oksigen, hingga potongan tubuh dan organ manusia sisa proses operasi. Proses pemusnahan memakan waktu kurang lebih satu jam.

“Limbah dari tubuh manusia yang dimusnahkan itu yang amputasi (masih hidup). Yang meninggal ikut dimakamkan,” ucapnya.  Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan Setiawan Dwi Antoro belum bisa memberi statemen terkait ini. (nra/lis)

Baca juga:  Seribu Dosis Vaksin, Masih Kurang

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya