alexametrics

RS Kesesi Siap Jadi Rujukan Pasien Covid-19

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kajen – Aktivasi Rumah Sakit (RS) Kesesi sebagai rujukan pasien Covid-19 Kabupaten Pekalongan tinggal selangkah lagi. Hanya ada beberapa kebutuhan yang harus dipenuhi. Jika sudah aktif, berarti Pemkab Pekalongan memiliki empat RS rujukan pasien Covid-19.

Selama ini, hanya memiliki tiga RS rujukan. Yakni RSUD Kajen, Kraton, dan Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wonokerto.

Sama halnya dengan RSDC Wonokerto, RS Kesesi semula adalah puskesmas. Pemkab Pekalongan meningkatkannya menjadi RS pada masa kepemimpinan Bupati Asip Kholbihi.  Bangunan dan fasilitas didesain dengan standar RS. Selesai dibangun, RS ini sudah melayani rawat inap untuk pasien umum dan persalinan.

Sejak pandemi, RS tersebut akhirnya diproyeksikan pula sebagai rujukan pasien Covid-19.

Baca juga:  Pencuri Kayu Ditangkap, Dua Masih Buron

Kemarin, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq meninjau persiapan aktivasi RS Kesesi. RS dua lantai itu memiliki total 70 bed. Rencananya 45 bed akan digunakan untuk perawatan pasien Covid-19 ringan. Sisanya untuk pasien umum dan persalinan.

“Tadi saya lihat ada ruang yang masih luas. Jadi nanti kalau perlu kami tambah lagi. Tidak hanya 45 bed,” imbuh Fadia.

Meski demikian, penambahan itu akan dilakukan setelah RS Kesesi diaktivasi sebagai rujukan pasien Covid-19. Saat ini masih ada beberapa hal yang harus dipenuhi. Di antaranya tenaga kesehatan, oksigen sentral, dan tenaga lain seperti sopir ambulans, administrasi, pemulasaraan jenazah, tenaga kebersihan, dan lainnya. Namun, Fadia belum menyebut kapan aktivasi RS ini.

Baca juga:  Fadia Dukung Fahmi Tamami Besar di Kota Santri

“Untuk kebutuhan nakes, sedang kami persiapkan perekrutannya. Sekalian untuk tambahan di RSUD Kajen, Kraton, dan RSDC. Total 99 orang, termasuk tenaga lain-lain,” ucapnya.

Sementara itu Kepala Puskesmas Kesesi 1 (RS Kesesi) Dokter Riyan menyebut, pihaknya butuh 50 orang lebih tenaga kesehatan. “Kami butuh karena antara perawat pasien umum dan pasien Covid-19 harus beda. Kami sudah usulkan ke Pemkab, tinggal menunggu persetujuan,” jelasnya. (nra/zal)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya