alexametrics

Bupati Pekalongan: OPD Tak Jelas, Tak Dapat Anggaran

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kajen – Hari pertama kerja, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq langsung menggelar rapat dinas kemarin. Putri pedangdut Arafiq ini mengultimatum Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Ia tak akan membagi anggaran kepada OPD-OPD yang menentukan program tak jelas.

Fadia bahkan tak akan ragu memberi nol (0) anggaran kepada OPD. Ia meminta OPD harus menentukan program yang jelas dan langsung bermuara ke rakyat. Ia tak ingin menghambur-hamburkan anggaran untuk program yang tak efisien dan tak memiliki pengaruh untuk rakyat. “Saya berani berbuat demikian, karena tak mau anggaran habis tapi tanpa hasil,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Apalagi, kata dia, kepemimpinannya secara efektif hanya akan berlangsung selama 3,5 tahun. Ini karena negara akan menyelenggarakan Pilkada serentak pada 2024 mendatang. “Masa kerja saya tidak panjang. Maka saya musti memastikan OPD-OPD ini juga bekerja dengan satu komando, satu suara, tidak pecah,” paparnya.

Baca juga:  125 Warga Terjangkit Chikungunya, Desa Kulu Paling Tinggi

Meski demikian Fadia akan tetap mengedepankan kekeluargaan dalam menghadapi masalah pekerjaan. Karena itu ia berharap OPD selalu berkoordinasi dengannya saat menghadapi masalah. “Saya dan Pak Riswadi tak mau marah-marah seperti bupati atau wali kota daerah lain. Tetapi saya menekankan kerja dengan program yang jelas. Masalah diselesaikan kekeluargaan,” ucap Fadia.

Sementara itu Wakil Bupati Pekalongan Riswadi menambahkan, selain masa kerja yang pendek, kepemimpinannya bersama Fadia dihadapkan dengan situasi pandemi. Ia meminta OPD membaca dan memahami betul visi dan misi kepemimpinannya bersama Fadia. “Ini situasi sulit, pandemi. Harus dihadapi dengan kerjasama dan komunikasi yang baik. Itu yang saya tekankan kepada OPD,” kata Riswadi. (nra/ton)

Baca juga:  Bupati Fadia Dampingi Bungsunya Vaksinasi

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya