alexametrics

Banyak Tawaran, Tetap Pilih Kabupaten Pekalongan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Sejak menjabat sebagai wakil bupati Pekalongan pada periode 2011-2016, cinta Fadia Arafiq terhadap Kota Santri makin dalam. Jelang akhir masa jabatan kala itu, banyak tawaran datang kepada Fadia untuk dicalonkan sebagai bupati maupun wakil bupati di daerah lain. Namun Fadia tolak karena kadung cinta Kabupaten Pekalongan.

Fadia mengaku, tawaran itu datang dari berbagai daerah. Terutama kabupaten/kota di Pulau Jawa. Kesan lima tahun menjabat wakil bupati Pekalongan ternyata sulit Fadia kubur. Ia ingin mengabdi lebih jauh untuk Kota Santri. “Daerah tetangga juga menawarkan. Tapi tidak saya terima, untuk saat ini saya hanya masih ingin membesarkan Kabupaten Pekalongan,” ucapnya.

Di Kabupaten Pekalongan, Fadia tinggal di Dukuh Langkap, Desa Langkap, Kecamatan Kedungwuni. Sejak mulai menjabat sebagai wakil bupati, Fadia memboyong suami dan anak-anaknya ke Kabupaten Pekalongan. “Sampai sekarang saya, suami, dan, anak-anak tidak ada yang pindah KTP. Tetap KTP sini,” kata ibu enam anak dan istri pedangdut Ashraff Khan ini.

Baca juga:  Langganan Rob, Dusun Simonet Kabupaten Pekalongan Bisa Hilang dari Peta 

Pengalaman di lapangan sewaktu menjabat wakil bupati membuat Fadia menyukai makanan-makanan khas Kabupaten Pekalongan. Ia mengaku menyukai megono dan jajanan gemblong. “Karena saya sejak dahulu di Jakarta tak pernah makan itu. Ternyata enak. Bahkan beberapa kepala desa sudah tahu saya suka itu. Kalau saya akan ke sana, gemblong dan megono sudah siap,” ucapnya.

Pernah Berhenti Kuliah karena Nyanyi

Riwayat pendidikan Fadia tak selancar yang orang bayangkan. Fadia pernah dihadapkan pada dua pilihan dilematis. Saat namanya mulai melambung sebagai penyanyi, kuliahnya terbengkalai. Fadia akhirnya memutuskan berhenti kuliah dan menjadi penyanyi. Meski akhirnya ia kembali mengenyam pendidikan tinggi.

Pilihan dilematis itu Fadia alami kala ia masih berstatus sebagai mahasiswa di Universitas Pancasila, Jakarta. Ia memutuskan berhenti saat studinya baru setengah jalan. “Ya, karena saya jadi penyanyi, sudah bisa mendapat uang dari itu, akhirnya kuliah setengah hati. Daripada kuliah asal-asalan, jadi saya hentikan,” cerita dia.

Baca juga:  Pengobatan Gratis di RSUD Kajen Butuh Rujukan Puskesmas

Fadia pernah bersekolah di SD Negeri Karet Tengsin 14 Petang Jakarta. Kemudian di SMP Negeri 8 Jakarta, dan SMA Negeri 58 Jakarta. Fadia baru melanjutkan pendidikan S1 saat ia menjadi wakil bupati Pekalongan. Yakni di Universitas AKI Semarang dan lulus pada tahun 2013. Lalu melanjutkan S2 di Stikubank Semarang dan lulus pada tahun 2015. Kini Fadia tengah menempuh S3. (nra/ton)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya