alexametrics

Pernah Jadi Lawan, Kini Dilantik Berpasangan

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Semarang – Bupati dan Wakil Bupati (Wabup) Pekalongan terpilih Fadia Arafiq–Riswadi, hari ini Minggu (27/6/2021) dilantik. Dengan demikian, pasangan pemenang pemilihan kepala daerah (Pilkada) tahun 2020 ini, resmi memimpin Kabupaten Pekalongan periode 2021-2026. Padahal, pada Pilkada 2011, keduanya pernah bersaing ketat.

Fadia dan Riswadi memang bukan nama baru dalam konstelasi politik di Kabupaten Pekalongan. Keduanya saat ini masih menjabat sebagai ketua dewan pimpinan partai masing-masing di level kabupaten. Fadia di Partai Golkar. Sedangkan Riswadi di PDI Perjuangan. Keduanya sama-sama punya pengalaman mengikuti Pilkada.

Soal Pilkada, boleh dibilang Fadia lebih unggul dibanding Riswadi. Sejauh ini Fadia terhitung sudah dua kali menjadi peserta. Yakni pada 2011 dan 2020. Fadia selalu keluar sebagai pemenang di dua pilkada tersebut. Bedanya, pada 2011 putri pedangdut Arafiq ini sebagai wakil bupati mendampingi Bupati Amat Antono. Kini, Fadia menang sebagai bupati. Dua kali mencalonkan diri, dua kali menang.

Sementara Riswadi, terhitung sudah tiga kali menjadi peserta Pilkada. Yakni pada 2011, 2015, dan terakhir 2020. Pilkada 2011, Riswadi adalah calon wakil bupati mendampingi Siti Qomariyah. Salah satu lawannya Antono-Fadia yang keluar sebagai pemenang. Sementara pada 2015, Riswadi mencalonkan diri sebagai bupati berpasangan dengan Nurbalistik. Riswadi kembali kalah. Pasangan Asip Kholbihi-Arini Harimurti (istri Antono) pemenangnya. Riswadi baru bisa menang pada Pilkada 2020 sebagai wakil bupati. Tiga kali mencalonkan diri, sekali menang.

Baca juga:  Video Pengakuan Tersangka Kasus Tewasnya Pria yang Jatuh dari Lantai 6 Hotel di Semarang

Pada Pilkada 2020 lalu, di tengah situasi pandemi, Fadia-Riswadi bergabung dan memenangkan Pilkada. Mereka mengalahkan calon petahana Asip Khlobihi yang berpasangan dengan mantan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan Sumarwati. Kemenangan Fadia-Riswadi ini disebut-sebut semakin mempertegas catatan sejarah Pilkada Kabupaten Pekalongan bahwa “belum ada pememang pilkada dua kali berturut-turut” atau “belum pernah ada calon petahana menang.”

Kemenangan Fadia-Riswadi fantastis. Mereka menang di 18 kecamatan dari total 19 kecamatan alias hanya kalah di satu kecamatan. Perolehan suara mereka 312.556 atau 56,83 persen. Pasangan yang mengusung slogan “Kabupaten Pekalongan Setara” akhirnya hari ini dilantik.

Beberapa hari sebelum pelantikan, kepada Jawa Pos Radar Semarang, Fadia mengatakan ke depan kehidupannya akan banyak ia curahkan untuk seluruh masyarakat Kabupaten Pekalongan. Baginya, jabatan adalah amanat. “Dengan begini berarti saya diberi kepercayaan untuk membawa Kabupaten Pekalongan lebih baik. Ini amanat. Harus saya perjuangkan,” kata Fadia.

Baca juga:  Gagas Bantuan Bergulir Ponpes, Gus Yasin Terima Anugerah Jawa Pos Radar Semarang

Pengalamannya sebagai wakil bupati pada 2011-2016 akan ia gunakan untuk modal dan referensi memimpin kali ini. Sebab, kata dia, kala menjadi wakil bupati ia telah banyak bersentuhan dengan permasalahan masyarakat. Ia mengaku, sejak saat itu mengikuti perkembangan permasalahan hingga sekarang. Program yang akan ia tekankan secara total ialah pendidikan gratis di sekolah negeri, kesehatan gratis cukup dengan KTP, dan infrastruktur “dalan alus, rezeki mulus”.

“Bukan berarti program lain kami kesampingkan. Tapi untuk yang tiga ini saya akan total,” tambahnya.

Sementara Riswadi, akan mendampingi Fadia dengan peran sabagai wakil sebaik-baiknya. Menurutnya, slogan “Kabupaten pekalongan Setara” atau “Sejahtera dan Merata” relevan dan sudah mendesak diwujudkan. Riswadi memiliki modal pengalaman sebagai Wakil Ketua DPRD dari Fraksi PDI-Perjuangan. “Di dewan saya sudah biasa melihat dan tahu peta permalasahan selama ini. Itu akan saya gunakan sebagai pijakan dalam mengambil keputusan bersama Bu Fadia nanti,” katanya.

Baca juga:  Truk Trailer Terguling, Pantura Demak Macet 16 Kilometer

Pelantikan Fadia-Riswadi sebagai Bupati dan Wakil Bupati Pekalongan dilaksanakan di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Gubernuran, Kota Semarang. Dilaksanakan dengan protokol kesehatan dan pembatasan jumlah orang. Disiarkan secara daring melalui Youtube. Pemkab Pekalongan hari ini mewajibkan semua organisasi perangkat daerah (OPD) menyaksikan upacara pelantikan tersebut. Namun, kata Asisten Bidang Pemerintahan Setda Kabupaten Pekalongan Totok Budi Mulyanto, peserta dibatasi hanya 10 orang dari masing-masing OPD. “Itu pun menontonnya di kantor mereka masing-masing,” ucapnya.

Sementara pada Senin (28/6/2021), serah terima jabatan (sertijab) akan dilaksanakan di Pendopo Kabupaten. “Lalu dilanjutkan rapat paripurna di DPRD Kabupaten Pekalongan dalam rangka pidato pertama bupati,” jelas Totok. (nra/ida)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya