alexametrics


Sudah Selesai Dibangun, Pembukaan Pasar Kedungwuni Belum Jelas

Rekomendasi

Menarik

RADARSEMARANG.ID, Kajen – Forum Masyarakat Sipil (Formasi) terus mendesak percepatan pembukaan Pasar Kedungwuni baru. Pasar yang secara fisik telah selesai dibangun itu hingga kini belum dioperasikan. Pemkab Pekalongan beralasan, permasalahan tersebut muncul karena sarana dan prasarana pasar belum rampung dibangun. Hingga kini belum ada kepastian kapan pasar akan mulai digunakan.

Rabu (2/6/2021), Formasi melakukan audiensi dengan DPRD Kabupaten Pekalongan terkait permasalahan itu. Sebelumnya, pada Februari 2021 mereka juga beraudiensi. Kala itu mendesak Pasar Kedungwuni dibuka pada Maret 2021. Alasannya agar pedagang bisa meraup pendapatan jelang Ramadan dan Lebaran. Tetapi, pasar hingga kini belum juga dibuka. “Kali ini kami lakukan audiensi lagi. Karena pedagang sudah tanya terus. Ini aspirasi dari rakyat,” kata Ketua Umum Formasi Mustadjirin usai audiensi kemarin.

Pada audiensi kemarin, Formasi mendapatkan jawaban yang sama dari Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Dinperindagkop UKM) Kabupaten Pekalongan. Yakni pembukaan pasar menunggu selesainya pembangunan kelengkapan sarana dan prasarana. Tetapi Formasi tetap mendesak, itu segera diselesaikan. “Kami tahu dan paham ini karena refocusing anggaran. Tetapi ini juga untuk kepentingan rakyat. Kasihan mereka. Kami mohon segera dibuka,” ucap Mustadjirin.

Kepala Dinperindagkop-UKM Kabupaten Pekalongan Hurip Budi Riyantini menanggapi, pihaknya hanya pelaksana teknis. Padahal, lanjut dia, permasalahan ini juga menyangkut regulasi dan kebijakan. Maka pihaknya memohon kepada DPRD, lain kali perwakilan dari Sekretariat Daerah diundang dalam audiensi. “Jadi agar ada juga jawaban dari pemangku kebijakan. Karena juga menyangkut itu,” ujarnya.

Ia menjelaskan, secara fisik pasar itu memang telah selesai dibangun dan sudah berdiri. Namun sarana prasarana seperti tower air, instalasi air, genset, dan rumah genset, belum selesai dikerjakan. Karena anggaran untuk penanganan covid-19, kata dia, yang mestinya pengadaan itu bisa cepat akhirnya harus tertunda.

Ia menyebut, minggu kedua bulan ini pengadaan sarpras itu baru akan dimasukkan ke Unit Layanan Pengadaan (ULP). Dengan demikian, paling tidak dua bulan setelahnya baru diketahui pemenang lelang. “Jadi paling tidak Minggu ketiga Agustus baru dimulai pelaksanaan pengadaannya. Semoga tidak mundur lagi,” jelasnya.

Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Hindun mendukung upaya Formasi mendesak percepatan pembukaan Pasar Kedungwuni. Namun demikian, lanjut dia, pengadaan sarana dan prasaran itu memang penting sebelum pasar dibuka. “Kami juga akan ikut mendorong Pemkab agar segera menyelesaikan itu,” kata Hindun. (nra/ton)

 

Tinggalkan Balasan

Terbaru

Populer