alexametrics

Asal Banjarnegara, Berlatih di Wonosobo, Nyopet di Pasar Kajen

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kajen – Alwan, 37, masih selamat dari amukan massa yang lebih besar. Meski wajahnya sudah babak belur. Pria asal Banjarnegara ini tertangkap basah mencopet di Pasar Kajen, Kabupaten Pekalongan. Kini sudah diamankan di Polres setempat.  Ia mengaku pernah menimba ilmu mencopet di Wonosobo.

Alwan dihadirkan dalam gelar perkara di Polres Pekalongan. Kedua tangannya diborgol. Mengenakan baju tahanan berwarna biru nomor 12.

Wajahnya sudah berbeda dengan yang ada video amatir saat ia kali pertama diseret-seret dan dipukuli massa. Sudah tampak luka memar dan bengkak di beberapa bagian wajahnya. Paling tampak di kedua pelipis matanya. Video berdurasi 59 detik itu tersebar di media sosial sesaat setelah Alwan tertangkap basah.”Kali ini saya kapok,” kata dia.

Baca juga:  Jelang Akhir Kampanye, Baru Ada Tujuh STTP

Alwan tertangkap basah di sebuah kios di Pasar Kajen pada Senin (10/5/2021). Namun itu bukan hari pertama ia beraksi di pasar itu. Beberapa hari sebelumnya, ia sudah mencopet di sana dengan lancar.”Saya lupa yang hari pertama itu dapat berapa. Yang kemarin Senin (10/5/2021) itu dapat Rp 750 ribu,” ungkapnya.

Dalam aksinya, Alwan tak mengincar uang di dompet. Ia menyasar uang yang tak disimpan dalam dompet. “Terutama di saku-saku samping,” bebernya.

Dalam gelar perkara kemarin (11/5/2021) Alwan diminta mempraktikkan aksinya. Kapolsek Kajen Iptu Isnovim berperan menjadi korban. Ternyata Alwan hanya butuh dua jari (telunjuk dan tengah) untuk mencomot uang dari saku korban. Tentu, kata Alwan, itu lebih mudah dilakukan di tempat-tempat ramai dan berdesakan.”Untuk memastikan saku ada uang atau tidak, saya raba dulu dari luar,” jelasnya.

Baca juga:  46,23 Persen Bangunan Pasar Kajen Rusak

Alwan mengaku, butuh waktu lama untuk mempunyai keahlian mencopet. Bahkan ia pernah berlatih dengan seseorang di Wonosobo. Salah satu materi latihannya yakni mengambil kelereng di air panas dengan dua jari. “Jadi butuh kecepatan biar jari tidak panas. Itu melatih kecepatan tangan,” beber dia.

Kapolsek Kajen Iptu Isnovim mengatakan, Alwan beraksi bersama komplotannya. Empat orang termasuk Alwan. Mereka semua berasal dari Kabupaten Banjarnegara. “Berangkat ke pasar Kajen janjian dulu di wilayah Linggo Asri,” ucapnya.

Ia menambahkan, Alwan merupakan seorang residivis dengan kasus yang sama. Dalam kasus kali ini, Alwan dijerat pasal 363 dengan ancaman hukuman satu tahun penjara. (nra/bas)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya