alexametrics

Tagihan Belum Dibayar, Air dan Listrik Kantor KONI Kabupaten Pekalongan Terancam Diputus

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kajen – Tagihan belum terbayar, listrik dan air di Kantor Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Pekalongan terancam diputus. Tak hanya itu, gaji staf pun harus ikut telat. Hal ini karena anggaran untuk KONI tak kunjung turun dari Pemkab Pekalongan.

Ketua KONI Kabupaten Pekalongan Eko Ahmadi mengungkapkan, hingga Senin (29/3)/2021 Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NHPD) tahun ini untuk KONI belum juga diteken Pemkab Pekalongan. Akibatnya, belum ada anggaran turun untuk KONI. “Iya, beginilah. Sampai-sampai tagihan listrik dan air belum bisa kami bayar,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang kemarin.

Tagihan listrik dan air kantor KONI Kabupaten Pekalongan belum terbayar selama dua bulan sejak Januari. Surat peringatan dari PLN dan PDAM telah terlayang ke KONI. “Mau bayar pakai uang siapa? Gaji staf saja belum terbayar,” tegas pria yang akrab disapa Gus Eko ini.

Baca juga:  Divaksin Dapat Doorprize

Ia menyayangkan hal itu terjadi. Upaya mempercepat pendatanganan NHPD sudah KONI tempuh. Beberapa waktu lalu, pihaknya telah menemui Bupati Pekalongan. Namun, kata Eko, dari dinas atau OPD yang membidangi olahraga belum bertindak cepat dan solutif. “Ini menunjukkan ketidakseriusan dan kerjasama yang kurang baik dari dinas terkait,” ucapnya.

Ia menambahkan, idealnya Pemkab segera menandatangani NHPD setelah menerima laporan keuangan KONI tahun sebelumnya. Tahun lalu, KONI sudah melaporkan penggunaan anggaran dengan Silpa sebesar Rp 180 juta. “Sisa sebesar itu sudah kami kembalikan ke kas negara. Soal adminitrasi kami tertib,” ucapnya.

Wartawan koran ini sudah menghubungi Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Pekalongan Bambang. Namun dia masih berhalangan untuk wawancara. (nra/ton)

Baca juga:  Jalur Lama Sibelis Dibuka Lagi

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya