alexametrics

Kasus RSUD Kraton Dianggap Belum Tuntas

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kajen – Kabar kasus korupsi yang berpilin di RSUD Kraton kembali mencuat. Kasus beberapa tahun lalu itu sempat meredup. Penindakannya dinilai tidak tuntas. Belakangan muncul kabar, kasus itu akan dituntaskan.

Kabar tersebut datang dari anggota Komisi III DPR RI Arsul Sani. Ia mengatakannya di hadapan  perwakilan ormas Kabupaten Pekalongan di restoran Teras Bali Jumat (19/3/2021) malam. “Saya ke sini untuk membayar janji akan kembali menemui rekan-rekan ormas ini,” katanya.

Sebelumnya, Arsul mendapat permintaan dari ormas-ormas untuk menyampaikan kepada penegak hukum melanjutkan kasus korupsi RSUD Kraton. Di antaranya pengadaan alat kesehatan (alkes), dana kesehatan, dan remunerasi.

Kasus tersebut telah menyeret direktur dan wakil direktur RSUD Kraton, saat itu dr Teguh Imanto dan Bambang Suryadarna menjadi narapidana. Namun sejumlah ormas menilai kasus tersebut tidak tuntas. Karena penegak hukum hanya menindak pada level tertentu.

Baca juga:  Ribuan Surat Suara Dibakar

Arsul mengaku, telah menyampaikan amanah dari ormas itu langsung kepada Kapolda Jateng dan Kepala Kejati Jateng. Ia menyebut, kepala Kejati akan berkoordinasi dengan Polda Jateng. “Sedangkan Pak Kapolda berjanji akan mendalami kembali dan menindaklanjuti kasus ini,” sebut Arsul.

Koordinator Ormas Probojoyo Gigih Agusta menganggap kabar dari Arsul itu sebagai secercah harapan tuntasnya kasus RSUD Kraton. Menurutnya, kasus itu mestinya tidak berhenti pada level tertentu. Bahkan, kata dia, proses hukum harus sampai pada mantan Bupati Pekalongan Amat Antono.  “Kami harap kasus ini tuntas. Tidak ada siapapun yang bisa kebal hukum,” katanya. (nra/zal)

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya