alexametrics

Formasi Desak Pasar Kedungwuni Segera Ditempati

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kajen – Forum Masyarakat Sipil (Formasi) terus mendesak nasib kelanjutan Pasar Kedungwuni baru. Pasar yang secara fisik telah selesai dibangun itu hingga kini belum dioperasikan. Formasi desak Maret 2021 pasar itu sudah bisa ditempati pedagang.

Ketua Umum Formasi Mustadjirin mengatakan, desakan ini merupakan suara dari mayoritas pedagang. Sejak menempati pasar darurat, pendapatan pedagang kurang maksimal. Karena pembeli sepi akibat kondisi pasar darurat becek dan tidak nyaman untuk transaksi.

“Kami minta Pemerintah Kabupaten Pekalongan Maret ini membuka pasar itu,” katanya usai audiensi dengan DPRD Senin (22/2/2021).

Pihaknya memilih Maret agar pedagang bisa aktif berjualan di pasar itu jelang Ramadan. “Sehingga jelang Lebaran pasar itu sudah memutar ekonomi dengan maksimal,” jelasnya.

Baca juga:  Ditandai Demam dan Nyeri Sendi, Begini Ciri-Ciri Chikungunya

Tak hanya mendesak soal percepatan pembukaan Pasar Kedungwuni baru, Formasi juga menyoroti berbagai hal lain. Seperti prasarana untuk pembuangan sampah pasar, penataan reklame, urusan parkir, dan lokasi bongkar muat.

“Masih banyak kios-kios besar yang membiarkan truk-truk membongkar muat di sekitar pasar. Ini menyebabkan macet,” ungkapnya.

Desakan Formasi ditanggapi Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Dinperindagkop UKM) Kabupaten Pekalongan Hurip Budi Riyantini dalam audiensi. Ia mengakui, pihaknya juga menerima desakan dari pedagang untuk segera memindahkan mereka dari pasar darurat ke pasar baru.

Tetapi, kata dia, tidak 100 persen pedagang meminta dipindah sebelum Lebaran. Ada dua permintaan. Sebanyak 81 persen dari mereka, yang merupakan pedagang beceran memang meminta cepat. “Sisanya, pedagang pakaian, malah meminta setelah lebaran,” paparnya.

Baca juga:  Pemkab Pekalongan Gelontor Rp 100 Miliar untuk Perbaikan Jalan

Ia juga mengakui pasar itu secara fisik bangunan sudah selesai. Namun sarana prasarana seperti instalasi air, genset, dan rumah genset, belum selesai dikerjakan. Hal itu karena ada refocusing anggaran untuk penanganan Covid-19.

“Yang mestinya sudah selesai, jadi tertunda karena anggaran terpakai untuk penanganan Covid-19,” ungkapnya.

Pihaknya mengapresiasi aspirasi Formasi. Desakan Maret Pasar Kedungwuni dibuka, akan ia sampaikan kepada bupati. “Akan kami sampaikan hasil audiensi ini ke bupati,” katanya.

Desakan Formasi didukung oleh DPRD Kabupaten Pekalongan. Dewan akan ikut mengawal dan membicarakan itu dengan Pemkab Pekalongan. (nra/lis)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya