alexametrics

Sehari, Pengungsi Banjir Bertambah 931 Orang

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kajen – Jumlah pengungsi korban banjir di Kabupaten Pekalongan melonjak. Lonjakan signifikan terjadi kemarin. Jumlah pengungsi bertambah 931 orang dari hari sebelumnya.

Lonjakan jumlah pengungsi ini terjadi disinyalir karena genangan di titik-titik banjir makin tinggi. Selasa (16/2/2021) sekitar pukul 23.30, hujan turun sangat deras. Pantauan wartawan koran ini yang berada di wilayah Pekalongan, hujan deras malam itu berlangsung hingga pukul 02.30 lebih. Selanjutnya hanya gerimis.

Wartawan koran ini menghimpun informasi. Hujan malam itu terjadi di seluruh wilayah Kabupaten dan Kota Pekalongan. Merata. Termasuk di wilayah atas Kabupaten Pekalongan. Di Kecamatan Tirto, Hujan disertai petir. Di beberapa titik, terjadi pemadaman listrik.

Baca juga:  Polemik JHT, Buruh Datangi DPRD Kabupaten Pekalongan

“Hujan deras sekali di sini. Disertai petir. Mati lampu juga,” kata Nugroho, warga Perum Pepabri Tanjung, Kecamatan Tirto, dini hari kemarin.

Di media sosial, banyak orang mengunggah kondisi malam itu. Selain banjir, juga ada yang melaporkan terjadinya longsor. Kepala Desa Tenogo, Kecamatan Paninggaran, Agus Susilo mengunggah video kemacetan lalu lintas di wilayah Linggo Asri akibat longsor. “Terjadi sekitar pukul 23.30,” katanya.

Rabu (17/2/2021) pagi wartawan koran ini memantau titik-titik banjir. Genangan bertambah tinggi. Terutama di wilayah Desa Mulyorejo, Kecamatan Tirto, dan hampir merata di wilayah Kecamatan Wonokerto.

Hary Aji Prayogi, warga RT 26, RW 10, Desa Rowoyoso, Kecamatan Wonokerto menuturkan, genangan di dalam rumahnya bertambah tinggi. “Kemarin Selasa masih sepaha, hari ini sudah sepinggang,” ungkapnya kemarin.

Baca juga:  Tak Kunjung Ditempati, Pasar Johar Jadi Mangkrak

Informasi juga datang dari para relawan PMI Kabupaten Pekalongan. Mereka menuturkan, banyak warga yang akhirnya meminta dievakuasi pada Rabu (17/2/2021). “Karena genangan sudah makin tinggi di mana-mana,” kata Asilin, salah seorang relawan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan mencatat, per Rabu 17 Februari 2021 hingga pukul 16.00 total ada 2.533 orang pengungsi. Angka ini meningkat dibanding hari sebelumnya yakni baru 1.602 orang pengungsi. Dengan demikian, sehari bertambah 931 orang.

Bupati Pekalongan Asip Kholbihi menyebut, pihaknya akan mengupayakan penambahan posko pengungsian dan dapur umum. Kemarin, Asip meninjau langsung lokasi banjir di Desa Rowoyoso, Kecamatan Tirto. “Kami kesana dan mengevakuasi dua lansia, dan seorang ibu hamil tua,” ungkap Asip.

Baca juga:  43 Kasus Kriminalitas di Kabupaten Pekalongan Belum Tuntas

Pihaknya akan memerintahkan kepala desa di titik-titik banjir untuk terus berpatroli memantau warga.  “Karena ada beberapa prioritas orang yang harus segera dievakuasi seperti ibu hamil, ibu yang baru melahirkan, dan lansia,” pesannya. (nra/lis)

 

 

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya